INFO GLOBAL INDONESIA
DENPASAR- BALI, infoglobalindonesia.com //– Kelangkaan bahan bakar jenis solar di kawasan Pelabuhan Benoa semakin meresahkan para nelayan dan anak buah kapal (ABK). Kondisi ini membuat banyak kapal tidak bisa berlayar, sehingga berdampak langsung pada penghasilan para pekerja laut tersebut.
Sejak beberapa bulan terakhir hingga Kamis (9/4/2026),
Sejumlah perusahaan pelayaran yang beroperasi di Benoa mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan solar. Akibatnya, aktivitas pelayaran terhenti dan para ABK terpaksa mencari pekerjaan sampingan demi menyambung hidup.
Banyak dari mereka kini beralih sementara ke pekerjaan serabutan, mulai dari ikut proyek bangunan hingga menerima pekerjaan borongan sebagai pekerja lepas (freelance). Langkah ini dilakukan agar tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup, terutama bagi keluarga yang menunggu di kampung halaman.
Di tengah kondisi tersebut, beban mental para ABK semakin berat. Selain harus bertahan hidup di perantauan, mereka juga dihantui kekhawatiran terhadap keluarga yang bergantung pada penghasilan dari pekerjaan melaut.
Salah satu ABK yang ditemui awak media, sebut saja Jaga, mengungkapkan keluh kesahnya dengan nada haru. “Mas, saya pusing dengan kelangkaan solar ini. Saya jadi tidak bisa berangkat karena kapal tidak jalan. Sementara anak istri saya menunggu di kampung. Harapan saya pihak terkait bisa cepat mengatasi ini semua. Sampai sekarang saya harus kerja proyek untuk bertahan hidup di sini,” ujarnya sambil meneteskan air mata.
Para ABK berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk menormalkan kembali pasokan bahan bakar jenis solar di Benoa. Mereka menilai, jika kondisi ini terus berlarut, maka akan semakin banyak pekerja pelayaran yang terdampak secara ekonomi.
Kelangkaan solar ini tidak hanya menghambat aktivitas pelayaran, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan, di mana para pekerja laut harus berjuang keras demi mempertahankan kehidupan di tengah ketidakpastian (red)
REPORTER : Gusti






