Buleleng infoglobalindonesia.com //– Maraknya pertumbuhan usaha kafe di wilayah Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng, mendapat perhatian serius dari Lurah Penarukan, Desak Made Susanti.
Meski baru menjabat sebagai lurah perempuan pertama di wilayah tersebut, ia langsung menunjukkan komitmennya dalam menata perkembangan usaha dengan pendekatan yang humanistik.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/4), Desak Made Susanti menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang berdirinya usaha kafe. Menurutnya, setiap warga memiliki hak untuk berusaha dan meningkatkan perekonomian.
Namun demikian, ia menekankan bahwa seluruh pelaku usaha harus tetap menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. “Kami tidak melarang usaha kafe, itu hak masyarakat. Tapi jangan sampai menimbulkan keonaran, apalagi disalahgunakan untuk hal-hal negatif seperti peredaran narkoba,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, pihak kelurahan akan melakukan pembinaan secara berkelanjutan kepada para pemilik kafe dengan pendekatan persuasif dan humanistik.
Tujuannya agar para pelaku usaha memiliki kesadaran bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Selain itu, Desak Made Susanti juga mengimbau para pengusaha kafe untuk memperhatikan kesehatan para pekerjanya. Ia menyarankan agar pramusaji atau pegawai secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Di sisi lain, ia juga melihat potensi besar yang dimiliki Kelurahan Penarukan, baik di sektor pertanian maupun kawasan pantai. Namun, potensi tersebut dinilai belum dikelola secara maksimal.
“Kami akan melakukan pendataan potensi yang ada, terutama di sektor pertanian dan kawasan pantai.
Harapannya bisa dikembangkan menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan, Desak Made Susanti berharap Kelurahan Penarukan dapat berkembang menjadi wilayah yang maju, tertib, dan tetap menjaga nilai-nilai sosial di tengah pesatnya pertumbuhan usaha.( Roy)
Reduktur: IGI CON





