TEBO JAMBI, INFO GLOBAL INDONESIA, // – Di Jalan Lesmana, Desa Perintis Jaya, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo. Peristiwa tersebut terjadi pada malam Rabu (04/03/2026) dan melibatkan antar siswa Madrasah Tsanawiyah (MTS) kelas 2 dan kelas 3.
Berdasarkan keterangan Korban dan paman korban Soni, kejadian bermula dari kesalahpahaman terkait sebuah handphone yang sedang diisi daya (cas) di Blok D, tempat korban berinisial ( MR ) tinggal. Tanpa sepengetahuan( MR), handphone tersebut di kasihkan rekannya sekamar (Rf), kemudian (RF) di kasihkan lagi kepada (AL), yang kemudian (AL) menjualnya dengan harga Rp100.000.
Mengetahui hal tersebut, (MR) diduga menjadi sasaran amukan tiga orang seniornya yang berinisial (AD), (BG), dan (SK). Korban disebut mengalami pemukulan dan tendangan di beberapa bagian tubuh.
“(MR) ditinju di bagian dada oleh (BG). Sempat dilerai oleh (SK), namun kemudian (SK) dan (BG) ikut memukul bagian dada dan punggung. Saat (RM) terduduk,Lalu (AD) menendang dan bahkan menginjak bagian ulu hatinya,” ujar (MR).
Setelah kejadian tersebut, korban disebut dipisahkan dan diminta kembali ke kamar kos di Blok D, sementara para terduga pelaku yang tinggal di Blok E kembali ke tempat masing-masing.
Akibat insiden tersebut, (MR) saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Jabal Rahmah Muara Bungo. Korban dilaporkan masih mengeluhkan rasa sakit di bagian ulu hati dan punggung serta trauma berat atas kejadian itu.
Pihak keluarga korban melalui paman Soni dan kakeknya, Anami Akbar, menyampaikan rasa kecewa dan keprihatinan atas kejadian yang dinilai bukan pertama kali terjadi di lingkungan pesantren tersebut. Mereka menilai kurangnya pengawasan menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya aksi kekerasan antar santri.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini sering terjadi. Kami berharap pihak pondok pesantren dapat meningkatkan pengawasan terhadap para santri, karena aturan di pondok sebenarnya sudah jelas,” tegas pihak keluarga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pondok Pesantren Al-Inayah belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Klarifikasi dari pihak pondok pesantren akan dimuat pada pemberitaan selanjutnya.(wo).
Reduktur: IGI COM






