INFO GLOBAL
DIREKSI: infoglobalindonesia.com
Investigasi LCKI Provinsi Jambi
Kamis, Agustus 2025 || 04.25 Wib

INFO GLOBAL, MUARO JAMBI //— Insiden penyerangan terhadap penyelam pencari barang di Sungai Batanghari kembali mencuat. Peristiwa terbaru terjadi di Desa Gedong Karya, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (27/8/2025), dan menyebabkan salah satu korban mengalami luka.

Berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan (STTLP) Nomor: STTLP/B/2797/VIII/2025/SPKT/POLDA JAMBI yang merujuk pada Laporan Polisi Nomor: LP/B/279/VIII/2025/SPKT/POLDA JAMBI, korban diketahui bernama Zulkarnain, warga Kota Jambi. Ia melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 351 dan/atau 170.

Dalam keterangannya, Zulkarnain menjelaskan bahwa dirinya bekerja sebagai pengawas pencari barang di dasar Sungai Batanghari. Saat tengah bertugas di wilayah yang diklaim masuk kawasan Desa Gedong Karya, ia didatangi sejumlah pemuda desa bersama aparat Polair dan Bhabinkamtibmas setempat yang meminta aktivitas dihentikan.

“Sekitar pukul 13.00 WIB, ketika saya bersama pekerja hendak pulang tanpa pengawalan dari Polair dan Bhabinkamtibmas, kami tiba-tiba diserang oleh orang tidak dikenal. Mereka melempari dengan ketapel berisi kelereng hingga mengenai kepala saya dan beberapa pekerja lain,” ungkap Zulkarnain dalam laporannya.

Insiden serupa sebelumnya juga pernah terjadi, bahkan sempat berujung pada pembakaran kapal pompong, namun hingga kini belum menemui titik terang.

Zulkarnain berharap aparat penegak hukum dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi segera turun tangan untuk memberikan kejelasan serta kepastian hukum terkait aktivitas pencarian barang di Sungai Batanghari.

“Kalau memang lokasi itu dilarang untuk mencari nafkah, seharusnya pemerintah memasang plang larangan atau minimal memberikan himbauan resmi kepada masyarakat. Jangan sampai kami mencari rezeki, tapi justru jadi korban penyerangan,” tegasnya.

Lebih jauh, Zulkarnain menduga aksi penyerangan ini tidak murni dilakukan oleh warga, melainkan ada pihak tertentu yang membackinginya.

“Kami menduga penyerangan ini ada yang mengatur atau dibacking orang tertentu. Karena pola dan caranya sudah berulang kali, tapi tidak pernah ada kejelasan,” ucapnya dengan nada kecewa.(WoH)

Penulis
Reduktur : infoglobalindonesia.com
sumber: LCKI Jambi