INFO GLOBAL INDONESIA

TEBO, JAMBI – infoglobalindonesia.com
|| Kondisi Jalan Padang Lamo kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Kerusakan yang tak kunjung diperbaiki seolah menjadi simbol nyata dari lambannya perhatian terhadap infrastruktur vital di Kabupaten Tebo. Jalan tersebut kini “berbicara” melalui lubang-lubang besar, lumpur, serta genangan air yang membahayakan setiap pengguna jalan. (April 2026).

Namun di balik persoalan fisik tersebut, muncul pertanyaan yang lebih mendasar dari publik: di mana peran dan suara wakil rakyat asal Tebo di DPRD Provinsi Jambi?… .

Masyarakat menilai, para legislator di tingkat provinsi seharusnya menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan daerah, termasuk perbaikan Jalan Padang Lamo. Sayangnya, hingga saat ini belum terlihat langkah konkret yang benar-benar dirasakan masyarakat. Bahkan, warga menilai tidak ada respons berarti, meski keluhan dan pemberitaan terus bergulir hampir setiap hari.

Sejumlah nama yang selama ini dikenal sebagai representasi Tebo di tingkat provinsi pun tak luput dari sorotan. Mazlan, yang pernah menjabat Ketua DPRD Tebo, dinilai memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan masyarakat. Namun demikian, Jalan Padang Lamo tetap menjadi “luka lama” yang belum terselesaikan.

Hal serupa juga disorot terhadap Eka Madjid Muaz, yang telah menjabat selama tiga periode di DPRD Provinsi Jambi. Harapan masyarakat akan perubahan nyata hingga kini belum terwujud secara signifikan.

Selain itu, nama-nama seperti Suwarno, Mustaharudin, Ansori, Sukandar hingga KH. Rifa’i juga ikut menjadi perhatian publik. Mereka dianggap memiliki kapasitas dan legitimasi kuat untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Namun, suara mereka dinilai seakan tenggelam di tingkat provinsi.

Kritik masyarakat semakin menguat mengingat kondisi Jalan Padang Lamo tidak hanya rusak, tetapi juga membahayakan serta menghambat aktivitas ekonomi warga. Setiap hari, masyarakat harus menghadapi risiko kecelakaan dan kerugian akibat akses jalan yang tidak layak.
“Apakah perjuangan hanya berhenti setelah pemilu?” menjadi pertanyaan yang kini ramai diperbincangkan di tengah masyarakat.
Bagi warga, persoalan ini bukan sekadar soal infrastruktur, melainkan menyangkut komitmen dan tanggung jawab wakil rakyat. Mereka berharap aspirasi masyarakat terus diperjuangkan, bukan hanya saat masa kampanye.

Masyarakat menegaskan bahwa yang dibutuhkan saat ini bukan lagi janji atau retorika, melainkan bukti nyata berupa langkah konkret, dorongan kebijakan, serta keberanian bersuara di tingkat provinsi.

Jalan Padang Lamo kini menjadi pengingat keras bahwa harapan rakyat tidak boleh diabaikan. Jika para wakil rakyat tetap memilih diam, maka publik pun tidak akan lupa**” (red).

Redaktur: IGI COM