INFO GLOBAL INDONESIA
Redaksi: infoglobalindonesia.com
Jumat, 05 / 12 / 2025
TEBO //– Upaya mediasi antara pihak orang tua santri dan Pondok Pesantren (PP) Al Inayah akhirnya mencapai titik damai. Mediasi ini dilakukan setelah seorang santri berinisial RAB, putra dari Serda Zulhusni, diduga mengalami penganiayaan oleh oknum satpam pondok.
Sebelumnya, sempat muncul bantahan dari pihak pondok melalui Media Center PP Al Inayah yang dipublikasikan oleh beberapa media lokal. Bantahan tersebut dinilai sebagai upaya pemutarbalikan fakta sehingga membuat Serda Zulhusni segera mengambil tindakan tegas.
“Media yang memuat bantahan dari pihak ponpes langsung saya hubungi. Saya beri teguran keras, dan mereka sudah meminta maaf. Saya juga berterima kasih kepada Media, yang sudah membantu dan memberi dukungan kepada kami , sehingga proses mediasi dapat tercapai,” ujar Serda Zulhusni.
Mediasi digelar di kantor PP Al Inayah pada Jumat, 5 Desember 2025. Proses ini menghasilkan kesepakatan damai yang ditandatangani oleh perwakilan pondok, yaitu Ahmad Nafi (Wakil Pimpinan Ponpes), Ahmad Syauqi, dan Faizul Hanif M. Sementara itu, dari pihak santri hadir kedua orang tua RAB, yakni Serda Zulhusni dan Duwi Efriyanti.
Poin Penting Kesepakatan Damai:
– Pihak orang tua meminta pemecatan oknum satpam yang melakukan penganiayaan.
– RAB tetap dapat melanjutkan pendidikan di PP Al Inayah tanpa adanya tindakan kekerasan serupa.
Permintaan tersebut disetujui oleh pihak pondok, dan usai mediasi RAB kembali masuk ke lingkungan pesantren.
Serda Zulhusni berharap kesepakatan ini menjadi awal yang baik bagi kedua belah pihak. Ia juga menekankan pentingnya perekrutan satpam yang lebih berpengalaman, memiliki kontrol diri, dan mampu menjaga keamanan lingkungan pesantren tanpa tindakan kekerasan.
“Harapan saya ke depan, ponpes dapat menghadirkan satpam yang lebih dewasa dan mampu mengendalikan emosi agar peristiwa seperti ini tidak terulang,” pungkasnya. (Red)
Editor : Hafit, SPd
Dihimpun pemberitaan Jurnalibuana.com








