INFO GLOBAL INDONESIA

Buleleng, infoglobalindonesia.com //– Kasus kekerasan seksual yang menimpa sekitar 7 anak di Panti Asuhan Ganesha Sevana, Desa Sawan, Buleleng, menjadi perhatian serius berbagai pihak dan sungguh sangat memperihatinkan . (04/04/2026)

Menurut Ketua Yayasan Kesatria KERIS Bali yang juga Ketua DPW Partai Perindo Provensi Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya ( Jro Bima ) yang juga berdarah singaraja mengatakan, adanya rencana penutupan panti asuhan tersebut dinilai perlu disertai langkah-langkah strategis agar tidak menimbulkan dampak baru terhadap keberlangsungan hidup dan masa depan anak-anak korban.

” Perlu solusi konkret yng penting untuk segera dilakukan secara terpadu oleh pemerintah daerah, lembaga perlindungan anak, dan masyarakat”, ujarnya ketika diminta tanggapannya

Menurut Jro Bima beberapa solusi kongkrit yang bisa dilaksanakan antara lain perlu penanganan Trauma dan Pemulihan Psikologis
Anak-anak korban harus mendapatkan pendampingan intensif dari psikolog dan tenaga profesional.

“Pemulihan mental menjadi prioritas utama agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara normal ungkapnya serius.

Hal lain yang perlu dilakukan secepatnya menurut Jro Bima, penempatan sementara yang aman untuk anak- anak korban jika panti asuhan ditutup, pemerintah melalui dinas sosial perlu segera menyiapkan tempat penampungan sementara yang layak dan aman, seperti rumah aman (shelter) atau panti sosial milik pemerintah yang telah terverifikasi.

Alternatif Pengasuhan (Foster Care)
Solusi jangka menengah dapat dilakukan melalui program keluarga asuh (foster care) yang telah diseleksi secara ketat. Hal ini penting untuk memberikan lingkungan keluarga yang lebih hangat dan mendukung tumbuh kembang anak.

Untuk jaminan Pendidikan dan Kebutuhan Dasar anak – anak maka pemerintah wajib menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak tersebut, termasuk biaya sekolah, kebutuhan sehari-hari, serta akses kesehatan, tambah Jro Bima.

Munculnya kasus yang mencederai Hak Azasi Manusia ini menurut Jro Bima menjadi momentum untuk melakukan audit dan evaluasi terhadap seluruh panti asuhan di Buleleng , bahkan di seluruh Bali guna mencegah kejadian serupa.

Jro Bima yang Juga Ketua DPW Partai Perindo Propinsi Bali mengajak peran Masyarakat dan lembaga Sosial organisasi sosial, serta dunia usaha untuk ikut berpartisipasi dalam membantu pemulihan dan pemenuhan kebutuhan anak-anak, baik melalui donasi, pendampingan, maupun program sosial berkelanjutan.

Jro Bima mengatakan, Penutupan panti asuhan bukanlah akhir dari perlindungan anak-anak, melainkan langkah awal untuk memastikan mereka mendapatkan lingkungan yang lebih aman dan layak.

Untuk aparat penegak hukum harapanya memberikan hukuman yang berat kepada pelaku agar tidak adalagi nantinya yang mengulang dengan kedok panti asuhan.

“Sinergi semua pihak menjadi kunci agar masa depan anak-anak korban tetap terjaga dan penuh harapan, ungkapnya mengakhiri tanggapannya.(Roy)

Reduktur: IGI COM