INFO GLOBAL INDONESIA
Denpasar infoglobalindonesia.com , //– Permasalahan sulitnya masyarakat dalam mencairkan kredit perumahan meskipun telah memenuhi seluruh persyaratan kembali menjadi sorotan.
Ketua DPW Partai Perindo Bali, Ketut Putra Ismaya Putra, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut yang dinilai menghambat masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa hunian layak.
Menurutnya, banyak calon nasabah di Bali yang secara administratif telah dinyatakan lengkap, memiliki penghasilan memadai, serta rekam jejak kredit yang bersih. Namun, pada kenyataannya masih banyak yang gagal mendapatkan persetujuan kredit perumahan dari pihak perbankan.
“Ini menjadi persoalan serius. Ada masyarakat yang penghasilannya jelas, nama baiknya terjaga, tetapi tetap tidak bisa mengakses kredit perumahan. Padahal rumah adalah kebutuhan dasar,” tegas Ketut Putra Ismaya Putra.
Lebih lanjut, pihaknya mempertanyakan efektivitas penyaluran dana pemerintah yang telah digelontorkan dalam jumlah besar ke bank-bank milik negara. Ia menilai, dana tersebut seharusnya dapat mendorong kemudahan akses pembiayaan bagi masyarakat, khususnya sektor perumahan.
Ketua DPW Perindo Bali itu juga secara terbuka mempertanyakan kepada Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, terkait realisasi dan dampak dari kebijakan penyaluran dana triliunan rupiah tersebut.
“Kami mempertanyakan, ke mana arah kebijakan ini jika masyarakat yang layak justru kesulitan mendapatkan kredit? Dana triliunan sudah digelontorkan ke bank negeri, seharusnya ini bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat,” ujarnya.
DPW Perindo Bali mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyaluran kredit perumahan, termasuk transparansi kriteria persetujuan dari pihak perbankan.
Selain itu, diperlukan sinergi antara pemerintah dan lembaga keuangan agar kebijakan yang dibuat benar-benar berpihak kepada masyarakat.
Melalui perhatian terhadap persoalan ini, Partai Perindo Bali berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi konkret guna memastikan masyarakat, khususnya di Bali, memiliki akses yang lebih mudah dan adil dalam memperoleh hunian yang layak.(Red).
Reporter: Roy




