INFO GLOBAL INDONESIA
Buleleng, Bali , infoglobalindonesia.com, //– Tindak lanjut sosialisasi rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Desa Pajarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng Bali terus bergulir.
Kegiatan ini mengacu pada Rekomendasi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Nomor B/3055/27/05/53/DJPOT tertanggal 17 Juli 2025.
Pada hari ini, Senin 6 April tim dari Universitas Pertahanan – Kementerian Pertahanan RI melaksanakan kegiatan penelitian dan kajian sebagai bagian dari perencanaan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus berbasis budaya dan pariwisata hijau di wilayah Buleleng, Bali.
Kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Kantor Kecamatan Gerokgak. FGD tersebut dipimpin langsung oleh Camat Gerokgak dan dihadiri oleh berbagai unsur terkait di tingkat kecamatan, termasuk perwakilan perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai potensi dan kesiapan wilayah Desa Pajarakan sebagai lokasi pengembangan KEK, khususnya dalam mendukung konsep kawasan berbasis budaya lokal dan pariwisata berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Ketua Tim Peneliti dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Laksama TNI Dr. Yanda Dwira Firman,ST.MCM.CIT menyampaikan bahwa kegiatan penelitian dan kajian ini merupakan langkah strategis dalam memastikan perencanaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Desa Pajarakan berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
“Kami hadir untuk melakukan kajian komprehensif berbasis data dan kondisi riil di lapangan, sehingga konsep pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Budaya dan Pariwisata Hijau di Buleleng ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan wilayah, pelestarian budaya, serta keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Lebih lanjut DR Yanda Firman yang juga Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan FMP Universitas Pertahanan RI menyampaikan , sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan kawasan ini.
“Potensi yang dimiliki wilayah Gerokgak, khususnya Desa Pajarakan, sangat besar, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga kehutanan. Jika dikelola secara terintegrasi dengan konsep green tourism, maka ini akan menjadi model pengembangan kawasan yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga berwawasan lingkungan dan berbasis kearifan lokal,” tambahnya.
Ia yang hadir dengan sejumlah Peneliti dan Asisten Peneliti di Gerokgak juga menegaskan bahwa hasil penelitian dan kajian ini nantinya akan menjadi bahan rekomendasi strategis bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan pengembangan KEK di wilayah Buleleng.
“Kami berharap, melalui kajian ini, dapat dirumuskan langkah-langkah konkret
Selanjutnya, usai melaksanakan FGD kegiatan dilanjutkan dengan survei lapangan oleh tim Peneliti Universitas Pertahanan bersama peserta terkait. Survei ini meliputi peninjauan langsung ke sejumlah potensi unggulan wilayah, di antaranya kebun anggur, lahan pertanian, serta kawasan hutan produksi yang dinilai memiliki prospek strategis dalam mendukung pengembangan KEK.
Tim Peneliti Unhan yang akan melakukan pnelitian hingga tanggal 10 April itu, akan melaksanakan berbagai kegiatan mulai dari pertemuan diskusi dengan masyarakat, kelompok nelayan. , anggota subak, juga peninjauan ke berbagai potensi yang ada seperti anggur, tambak udang ,ikan hingga kebebrapa obyek wisata andalan daerah setempat .
Melalui kegiatan penelitian dan kajian ini, diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi komprehensif sebagai dasar perencanaan yang matang dan berkelanjutan, sehingga pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Desa Pajarakan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian lingkungan dan budaya lokal ( Roy).
Reduktur: IGI COM





