INFO GLOBAL INDONESIA
Buleleng, infoglobalindonesia.com, //– Warga masyarakat Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, berencana mengadukan sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di kawasan industri setempat kepada Bupati Buleleng.(12/04/2026)
Langkah ini diambil menyusul kekecewaan masyarakat terhadap dugaan tidak dijalankannya Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) oleh perusahaan-perusahaan tersebut.
Di balik aktivitas industri yang tampak berjalan normal, warga mengaku menghadapi berbagai persoalan yang hingga kini belum mendapatkan perhatian serius dari pihak perusahaan.
Masyarakat sekitar menilai keberadaan perusahaan belum memberikan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan sosial di sekitarnya.
Tercatat sedikitnya terdapat sembilan perusahaan besar yang beroperasi di kawasan industri Celukan Bawang, di antaranya PLTU Celukan Bawang, PT Semen Tonasa, PT Kharisma Pupuk, PT Labora, Destination Asia, Intercruises, PT Pelindo, PT Saka Agung, serta Gudang Semen Lestari.
Namun demikian, masyarakat menilai kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut belum memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga sekitar.
Ironisnya, sebagian masyarakat Celukan Bawang masih berada dalam kategori kurang mampu, sehingga menimbulkan pertanyaan besar terkait kontribusi sosial dari perusahaan-perusahaan tersebut.
Tokoh masyarakat Celukan Bawang, Samsul Azhar, menyampaikan bahwa perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di wilayah tersebut dinilai tidak menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Ia menegaskan bahwa selama ini warga hampir tidak pernah merasakan realisasi program TJSL.
“Perusahaan seolah hanya berorientasi pada keuntungan semata, tanpa memperhatikan kondisi sosial masyarakat di sekitarnya.
Padahal sesuai aturan, perusahaan memiliki kewajiban untuk mengalokasikan dana TJSL,” ujar Samsul Azar.
Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan masyarakat, termasuk mengajukan proposal bantuan untuk kegiatan keagamaan, hari raya, hingga kegiatan olahraga. Namun, upaya tersebut tidak mendapatkan respon yang memadai. Bahkan untuk melakukan audiensi dengan pihak perusahaan pun dinilai sangat sulit.
Selain persoalan sosial, warga juga mengeluhkan dampak operasional perusahaan yang dinilai mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Di antaranya adalah debu dari aktivitas angkutan serta meningkatnya lalu lintas kendaraan, terutama saat kapal pesiar bersandar di kawasan tersebut.
“Kondisi ini jelas berdampak langsung kepada masyarakat. Debu mengganggu kesehatan, lalu lintas semakin padat, tetapi tidak ada kontribusi nyata dari perusahaan,” tambahnya.
Atas berbagai persoalan tersebut, masyarakat Celukan Bawang berencana mengajukan pengaduan resmi kepada Bupati Buleleng, dengan harapan pemerintah daerah dapat turun tangan dan memastikan perusahaan menjalankan kewajiban TJSL sesuai ketentuan yang berlaku.
Warga berharap adanya keadilan dan keseimbangan antara aktivitas industri dengan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan tersebut.( Roy/kdk)
Reduktur: IGI COM





