DENPASAR, infoglobalindonesia.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Yayasan Kesatria Keris Bali (YKKB). Salah satu anggota terbaiknya, I Nyoman Merta, atau yang akrab disapa Pak Man Jepang, berpulang untuk selamanya setelah mengalami kecelakaan tragis di wilayah Sanur, Denpasar, Bali.

Ketua Umum YKKB I Ketut Putra Ismaya Jaya, atau Jro Bima, bersama seluruh keluarga besar YKKB menyampaikan rasa kehilangan dan duka yang mendalam atas kepergian sosok yang dikenal ceria, enerjik, peduli, dan selalu membawa suasana kebersamaan.

Peristiwa nahas itu terjadi pada dini hari sekitar pukul 03.00 WITA. Pak Man Jepang yang dalam perjalanan dari kediamannya di Jalan Setia Budi, Denpasar, mengalami kecelakaan setelah kendaraan yang dikendarainya menabrak sebuah truk yang sedang terparkir di jalan Hang Tuah Denpasar.

Akibat kecelakaan tersebut, Pak Man Jepang mengalami luka serius di bagian sekujur tubuhnya, luka berat pada tempurung kakinya.
Akan tetapi setelah operasi  jantungnya melemah dan paru2 membiru efek benturan keras di dadanya.

Setelah sempat mendapatkan penanganan medis, nyawanya akhirnya tidak dapat diselamatkan. Pak Man Jepang mengembuskan napas terakhir di rumah sakit di Denpasar.

Kepergiannya meninggalkan kisah pilu sekaligus kenangan mendalam bagi keluarga besar YKKB.

Di mata rekan-rekannya, Pak Man Jepang bukan sekadar anggota organisasi. Ia adalah sosok yang selalu hadir dengan canda, senyum dan energi positif. Kehadirannya kerap mencairkan suasana dan menghadirkan tawa di tengah kebersamaan.

“Kami sangat kehilangan. Pak Man Jepang adalah orang yang ceria, peduli dan penuh semangat. Canda dan kelucuannya akan selalu kami kenang,” ungkap Jro Bima dengan penuh kesedihan.

Kehidupan pribadi Pak Man Jepang juga menyimpan kisah yang tidak mudah. Ia pernah membangun rumah tangga dengan seorang perempuan berkewarganegaraan Jepang dan dikaruniai dua orang anak. Namun, dalam perjalanan hidupnya, istri dan kedua anaknya kemudian menetap di Jepang.

Kini, Pak Man Jepang pergi meninggalkan kenangan bagi orang-orang yang pernah mengenalnya, terutama keluarga besar YKKB yang merasa kehilangan sosok sahabat sekaligus saudara.

Kepergiannya menjadi pengingat bahwa hidup begitu singkat. Tawa yang kemarin masih terdengar, hari ini hanya tinggal kenangan. Sosok yang kemarin masih bercanda dan menyapa, kini telah pergi untuk selamanya.

Selamat jalan, Pak Man Jepang.

Terima kasih atas persaudaraan, canda, senyum dan kebersamaan yang pernah diberikan.

Semoga seluruh amal kebaikanmu diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa, segala kesalahan dan kekhilafanmu mendapatkan pengampunan, serta engkau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Canda dan senyummu akan selalu hidup dalam kenangan keluarga besar YKKB.

Amor Ing Acintya 

(Roy)

Red : IGI COM