Denpasar, infoglobalindonesia.com//– Citra Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia kembali tercoreng akibat maraknya aksi kekerasan jalanan yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.

Salah satu peristiwa yang menjadi sorotan terjadi di kawasan Jalan Buluh Indah, Denpasar, pada Rabu malam, 12 Mei 2026 sekitar pukul 00.00 Wita.
Korban diketahui bernama Wayan Sukanik (36), warga asal Karangasem yang bekerja sebagai pegawai showroom. Saat melintas di Jalan Bukuh Indah Denpasar, korban tiba-tiba disekap dan menjadi korban pengeroyokan brutal yang dilakukan oleh lima orang tak dikenal di jalan umum.

Dalam aksi tersebut, para pelaku secara brutal menyerang korban dengan melayangkan pukulan bertubi-tubi ke seluruh bagian wajah korban hingga mengalami luka-luka di bagian kepala dan muka. Tidak hanya itu, korban juga sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari beberapa meter dari lokasi kejadian, namun tetap dikejar oleh kelima pelaku yang bertindak bringas.

Dalam kondisi ketakutan dan kesakitan, korban bahkan sempat mengetuk pintu rumah warga untuk meminta pertolongan. Namun para pelaku tetap mengejar korban tanpa belas kasihan.

Korban yang panik sempat berteriak meminta tolong sambil mengatakan dirinya tidak mengetahui permasalahan apa yang terjadi.
“Apa salah saya, saya tidak tahu apa-apa, tolong carikan polisi,” teriak korban saat kejadian.

Setelah korban berteriak meminta bantuan dan memanggil polisi, para pelaku akhirnya satu per satu melarikan diri dan meninggalkan korban dalam kondisi kesakitan di lokasi kejadian.

Beruntung, korban akhirnya mendapat pertolongan dari warga yang melintas di sekitar Jalan Buluh Indah, Denpasar.

Usai kejadian, korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke pihak Polresta Denpasar sekaligus menjalani visum atas luka yang dialaminya.

Merasa trauma dan mencari keadilan atas kasus yang menimpanya, korban kemudian mendatangi Ketua Yayasan Kesatria KERRIS Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya atau yang akrab disapa Jro Bima, guna meminta pendampingan hukum.

Menanggapi kasus tersebut, Jro Bima menyampaikan rasa prihatin mendalam atas kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Bali yang dinilainya belakangan ini semakin memprihatinkan.
“Bali saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kejadian seperti ini sangat meresahkan masyarakat dan mencoreng nama Bali sebagai daerah pariwisata yang selama ini dikenal aman dan nyaman,” tegas Jro Bima.

Ketua DPW Partai Perindo Bali itu juga meminta aparat kepolisian segera bertindak cepat menangkap para pelaku pengeroyokan agar kasus serupa tidak kembali terulang.
Ia menegaskan, aparat penegak hukum tidak boleh membiarkan kelompok-kelompok tertentu melakukan aksi kekerasan yang menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.
“Kalau dibiarkan, masyarakat akan merasa tidak aman, bahkan wisatawan juga bisa kehilangan rasa nyaman untuk datang ke Bali. Ini tentu sangat berbahaya bagi citra pariwisata Bali,” ujarnya.

Jro Bima juga memastikan pihaknya akan mengawal proses hukum korban hingga para pelaku berhasil ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Selain itu, ia turut meminta pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah agar segera melakukan penertiban terhadap penduduk pendatang non permanen demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Bali tetap kondusif.
“Kalau kondisi seperti ini terus terjadi, maka Bali benar-benar dalam situasi yang tidak baik-baik saja. Semua pihak harus bergerak bersama menjaga Bali tetap aman dan damai,” tutup Jro Bima.( Roy)

Red : IGI COM