
BULELENG, Sidetapa.infoglobalindonesia.com // – Suasana guyub dan penuh semangat kebersamaan mewarnai pelaksanaan Paruman Desa Adat Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, yang digelar pada Buda Kliwon Matal, Rabu (26/8/2026).
Paruman yang dihadiri oleh krama Desa Adat Sidetapa tersebut menjadi ruang bersama untuk menyerap berbagai informasi, masukan, dan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat. Selain itu, pertemuan adat ini juga membahas rencana pembangunan di seluruh wewidangan Desa Adat Sidetapa sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan krama.
Sejak awal kegiatan, suasana paruman berlangsung penuh kekeluargaan. Satu per satu persoalan, harapan, serta gagasan yang berkembang di tengah krama dibahas bersama. Paruman dipandu oleh Dane Jro Penyarikan Jro Putu Darsana dan dihadiri jajaran Pamong Kutus, Sabha Desa, Kerta Desa, serta krama Desa Adat Ngarep.
Dalam paruman tersebut, Penampan Sure Dalem Made Sutama menyampaikan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat di Desa Adat Sidetapa.
Menurutnya, krama desa dan seluruh prajuru adat harus tetap menjaga rasa persatuan serta tidak mudah terpancing oleh berbagai isu yang berpotensi mengganggu keharmonisan kehidupan masyarakat.
“Kalau ada isu-isu yang bersifat provokatif, jangan diterima begitu saja. Harus disaring terlebih dahulu, dicek kebenarannya, serta dipertimbangkan baik dan buruknya,” tegas Made Sutama.
Ia mengajak seluruh krama untuk terus memperkuat rasa guyub, menjaga kekompakan, dan bersama-sama mendukung setiap program pembangunan Desa Adat Sidetapa yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat.
“Desa adat harus tetap guyub dan bersatu. Program-program yang telah direncanakan harus kita dukung bersama demi kesejahteraan seluruh krama Desa Adat Sidetapa,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Sabha Desa Made Dana yang turut memberikan arahan dalam paruman tersebut mengajak seluruh prajuru desa adat dan tokoh-tokoh masyarakat untuk selalu peka terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan Desa Adat Sidetapa.
Menurut Made Dana, kepekaan terhadap setiap persoalan yang muncul sangat penting agar berbagai permasalahan dapat disikapi secara cepat, bijaksana, dan melalui semangat kebersamaan.
Ia juga menekankan pentingnya seluruh unsur desa untuk terus menjalin komunikasi dan kebersamaan dalam menyikapi segala persoalan yang ada, serta bersama-sama merawat rasa persatuan di antara seluruh krama Desa Adat Sidetapa.
“Prajuru dan seluruh tokoh desa adat harus selalu peka terhadap setiap persoalan yang terjadi. Mari kita jalin kebersamaan dalam menyikapi berbagai persoalan dan terus merawat rasa persatuan antar-krama Desa Adat Sidetapa,” ajaknya.
Semangat yang sama juga disampaikan oleh para prajuru lainnya. Mereka mengajak seluruh komponen masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki Desa Adat Sidetapa secara maksimal, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai adat, budaya, kebersamaan, dan kepentingan bersama.
Dengan kekayaan potensi desa yang dimiliki, Desa Adat Sidetapa diyakini memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Potensi tersebut, apabila dikelola secara bersama-sama dan penuh tanggung jawab, dapat menjadi kekuatan dalam mendorong pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan krama.
Paruman ini pun menjadi bukti bahwa Desa Adat Sidetapa tetap menjunjung tinggi musyawarah sebagai jalan untuk membangun kesepahaman. Berbagai perbedaan pandangan tidak menjadi penghalang, melainkan menjadi bahan pertimbangan untuk mencari keputusan terbaik bagi kepentingan bersama.
Melalui semangat menyama braya, guyub, dan gotong royong, Desa Adat Sidetapa terus menata langkah membangun desa, menjaga keharmonisan, serta memperkuat kesejahteraan seluruh krama di wewidangan Desa Adat Sidetapa. (Roy/dana)




