DENPASAR, infoglobalindonesia.com //— Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Yayasan Kesatria Keris Bali (YKKB) di Pura Luhur Candi Narmada, Denpasar, Minggu (6/9/2026), menjadi momentum untuk menegaskan kembali jati diri organisasi tersebut.

Ketua Umum YKKB, Jro Bima Ismaya Jaya, menegaskan bahwa YKKB bukan organisasi politik. Keberadaan YKKB, kata dia, murni berangkat dari semangat ngayah, kepedulian sosial, serta komitmen menjaga dan membela Bali. “YKKB bukan yayasan untuk berpolitik. Ini murni ngayah untuk tanah Bali, untuk masyarakat Bali, dan untuk menjaga Bali,” tegas Jro Bima.

Pesan tersebut semakin terlihat dari kehadiran sejumlah tokoh dari latar belakang politik berbeda dalam perayaan HUT ke-6 YKKB. Hadir antara lain I Dewa Rai, S.H., anggota DPRD Provinsi Bali dari PDI Perjuangan. Selain itu, hadir pula I Made Tomy Martana Putra, S.H., M.H., anggota DPRD Kabupaten Badung dari Partai Golkar. Sementara I Wayan Disel Astawa dari Partai Gerindra juga turut memberikan dukungan, meskipun berhalangan hadir dan diwakili.

Menurut Jro Bima, kehadiran tokoh-tokoh dari berbagai partai politik tersebut justru menunjukkan bahwa YKKB tidak dibangun berdasarkan kepentingan politik praktis. YKKB membuka ruang kebersamaan bagi seluruh komponen masyarakat dengan satu tujuan, yakni ngayah untuk Bali. “Ini membuktikan bahwa YKKB bukan milik satu warna atau satu golongan. Kita berkumpul karena satu hati, yaitu ngayah, bergerak di bidang sosial, membela Bali, dan ngalih nyama di tanah Bali,” ujarnya. Ajak Semua Komponen Bersatu Menjaga Bali Jro Bima mengajak seluruh unsur dan komponen masyarakat Bali untuk bersama-sama menjaga Bali.

Menurutnya, tantangan terhadap Bali ke depan tidak dapat dihadapi oleh satu kelompok saja, melainkan membutuhkan gerakan bersama. “Mari kita gerakkan semua komponen untuk menjaga Bali tetap lestari dan semakin meningkatkan Taksu Bali di dunia internasional,” ajaknya. Ia menilai Bali memiliki kekayaan adat, budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang menjadi kekuatan sekaligus identitas masyarakat Bali. Karena itu, keberadaan seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk menjaga agar Bali tetap menjadi daerah yang memiliki karakter dan jati diri kuat. “Sudah saatnya kita sebagai masyarakat Bali menjaga Bali secara terpadu, agar Bali tetap bisa menjalankan adat dan budayanya dengan damai,” kata Jro Bima. Karena itu, YKKB, lanjut dia, membuka diri seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap Bali. “YKKB secara terbuka mengajak semua untuk bergerak bersama. Tidak membedakan warna, tidak membedakan golongan. Yang kita kedepankan adalah kebersamaan, ngayah, sosial, dan kecintaan terhadap Bali,” pungkasnya.

Perayaan HUT ke-6 tersebut sekaligus menjadi peneguhan komitmen YKKB untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan gerakan kepedulian terhadap Bali. Menyama tanpa batas, menyama tanpa identitas, dan menyama sampai tuntas.(Roy)

Red : IGI COM