
JAKARTA, infoglobalindonesia.com// — Sejumlah pengurus dan tokoh Gabungan Pengusaha, Koperasi dan Kelompok Tani Se-Indonesia (GAPERKASINDO) menggelar pertemuan di salah satu kafe di kawasan Pramuka, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 14.30 hingga 17.10 WIB tersebut dihadiri Ketua Umum GAPERKASINDO, Hasy Ari, didampingi Yosman Matondang selaku Pembina GAPERKASINDO sekaligus Ketua LCKI Riau, serta Ros selaku Wakil Ketua GAPERKASINDO.
Turut hadir Mappangara selaku penerima mandat dari Ketua Umum GAPERKASINDO Pusat dan Ketua Tim dari Jambi, bersama Mastur, Marzuki, Dasman Ray, Aris Bone, Heru, serta seorang reporter Metro TV.
Pertemuan dibuka oleh Yosman Matondang. Selanjutnya, agenda dilanjutkan dengan arahan Ketua Umum serta pemaparan sejumlah program strategis GAPERKASINDO, khususnya berkaitan dengan penguatan koperasi, kelompok tani, hilirisasi pertanian dan perkebunan, serta peluang keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sektor perkebunan.
Bahas Perkembangan Kerja Sama Kementerian Koperasi dan Agrinas.
Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam pertemuan adalah perkembangan kebijakan pemerintah terkait pengelolaan perkebunan sawit berbasis koperasi.
Berdasarkan informasi resmi Kementerian Koperasi, pada 2 Juli 2026 Kementerian Koperasi dan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) telah menandatangani nota kesepahaman mengenai pengembangan ekosistem agribisnis perkebunan berbasis koperasi. Dalam skema tersebut, sedikitnya 20 persen lahan produktif akan diarahkan untuk dikelola koperasi sebagai plasma.
Pada Agustus 2026, kerja sama tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama antara Kementerian Koperasi dan Agrinas Palma Nusantara.
Pihak Agrinas sebelumnya menjelaskan bahwa lahan sawit yang telah terverifikasi dalam penugasan pemerintah mencapai sekitar 850 ribu hektare dan ditargetkan berkembang hingga 1,25 juta hektare. Dari skema tersebut, sedikitnya 20 persen dialokasikan untuk plasma masyarakat melalui koperasi. Antara News
Dengan demikian, pembentukan dan penguatan koperasi dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam membuka akses masyarakat terhadap pengelolaan ekonomi perkebunan. 12 Koperasi di Riau Jadi Perhatian Dalam pertemuan tersebut juga dibahas rencana fokus terhadap 12 koperasi yang telah berada di wilayah Riau.
Apabila setiap koperasi nantinya memperoleh hak pengelolaan hingga 10.000 hektare sebagaimana disampaikan dalam forum, maka secara matematis 12 koperasi tersebut akan mencakup potensi luasan sekitar 120.000 hektare. Namun, angka tersebut merupakan target atau skenario yang dibahas dalam forum dan bukan berarti 120.000 hektare tersebut telah secara resmi diberikan kepada 12 koperasi. Realisasi hak pengelolaan tetap bergantung pada ketentuan pemerintah, status lahan, verifikasi, kelembagaan koperasi, serta perjanjian resmi dengan pihak yang berwenang.
GAPERKASINDO Dorong Konsep “Trisula Kedaulatan Pangan”
Dalam agenda tersebut turut dibahas konsep kolaborasi tiga unsur yang disebut sebagai “Trisula Kedaulatan Pangan”, yaitu GAPERKASINDO, Koperasi Sekunder FANANTARA, dan PT Kurnia Agro Lestari (KAL).Konsep tersebut menempatkan tiga unsur dengan fungsi berbeda.
Pertama, GAPERKASINDO, diarahkan sebagai organisasi yang menghimpun pengusaha, koperasi dan kelompok tani sekaligus menjadi penghubung aspirasi petani dengan pemerintah.
Kedua, Koperasi FANANTARA, diarahkan sebagai wadah ekonomi dan perdagangan yang menghubungkan koperasi primer, petani, hasil produksi dan pasar.
Ketiga, PT Kurnia Agro Lestari (KAL), diarahkan pada sektor industri dan teknologi pertanian, khususnya penyediaan sarana produksi dan pupuk.
Profil resmi PT Kurnia Agro Lestari menyebut perusahaan tersebut bergerak di bidang solusi pertanian, termasuk pupuk dan teknologi pertanian, dengan Muhammad Hasyari sebagai founder.
Ketiga unsur tersebut kemudian dirancang dalam satu rantai yang saling berkaitan: petani dan lahan sebagai basis produksi, koperasi sebagai penguatan ekonomi dan pasar, serta industri sebagai pendukung sarana produksi dan hilirisasi. Persiapan Program “Inspirasi Tani” TVRI Pertemuan juga membahas persiapan materi untuk program “Inspirasi Tani” di TVRI.
Konsep yang dibahas adalah menghadirkan satu narasi yang memiliki satu visi, tetapi memperlihatkan peran berbeda dari masing-masing lembaga. GAPERKASINDO akan membawa perspektif petani, pengusaha dan koperasi; FANANTARA membawa perspektif ekonomi, pembinaan dan pasar; sedangkan PT KAL membawa perspektif teknologi dan industri pertanian.
Konsep tersebut dirangkum dalam tema:
“TRISULA: Petani, Koperasi, Industri Bersatu Wujudkan Swasembada.”Pesan yang ingin dibangun adalah bahwa petani tidak hanya membutuhkan lahan dan produksi, tetapi juga akses terhadap pengetahuan, sarana produksi, pembiayaan, pengolahan hasil dan kepastian pasar. Dorong Hilirisasi dari Daerah Dalam pembahasan internal GAPERKASINDO, turut muncul gagasan pembangunan berbagai unit usaha di daerah, mulai dari pabrik CPO, minyak goreng, pupuk hingga unit pengolahan komoditas sesuai potensi wilayah. Model tersebut diarahkan agar koperasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah administrasi petani, tetapi berkembang menjadi pelaku usaha yang mempunyai keterkaitan langsung dengan proses produksi hingga hilirisasi.
Selain itu, dibahas pula peluang koperasi untuk menginformasikan keberadaan perkebunan atau pabrik pengolahan yang mengalami persoalan usaha atau pailit untuk kemudian dikaji kemungkinan pengelolaannya melalui koperasi sesuai mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku.
Menuju Ekosistem Petani dari Hulu hingga Hilir
Pertemuan di Jakarta tersebut pada akhirnya menekankan pentingnya membangun ekosistem pertanian dan perkebunan yang terintegrasi.
GAPERKASINDO berada pada sisi organisasi dan jaringan petani, koperasi berperan memperkuat ekonomi serta akses pasar, sementara industri diharapkan mendukung sarana produksi dan hilirisasi.
Dengan konsep tersebut, GAPERKASINDO berharap program pemberdayaan petani dan koperasi dapat berkembang di berbagai daerah, termasuk Riau dan Jambi.
“Bersama GAPERKASINDO berkarya, mengelola hak dan aset milik keluarga serta bangsa untuk kesejahteraan masyarakat,” menjadi salah satu semangat yang dibawa dalam pembahasan program tersebut. (red)
Reduktur : IGI COM
Reporter : INVESTIGASI LCKI PROV. JAMBI (Hafit )






