BULELENG ,infoglobalindonesia.com//— Tidak semua anak muda harus meninggalkan desa untuk mengejar masa depan. Sebagian justru memilih bertahan, melihat potensi di sekelilingnya, lalu mengubah kreativitas menjadi jalan menuju kemandirian.

Kisah itu datang dari Putu Jodi Angga Perdana, S.Pd, pemuda 23 tahun asal Banjar Dinas Lakah, Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng. Pemuda yang akrab disapa Jody ini membangun dan mengembangkan usaha Pardana Dekorasi, yang telah digelutinya sejak sekitar 10 tahun lalu.

Waktu berjalan, usaha yang berawal dari ketekunan dan keberanian mencoba itu kini mulai berkembang. Pardana Dekorasi tidak hanya melayani konsumen di Desa Sidetapa, tetapi mulai dipercaya masyarakat dari sejumlah desa di wilayah Kecamatan Banjar dan sekitarnya.

Bagi Jody, perkembangan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus rasa syukur. Sebab, perjalanan membangun usaha sejak usia muda tentu tidak selalu mudah. Ada proses belajar, mencoba, menghadapi tantangan dan terus menjaga kepercayaan konsumen.

Di sela-sela aktivitasnya sebagai pelaku usaha, Jody juga tetap aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia dipercaya menjadi Pengurus Bidang Perlengkapan Suka Duka Garda Buana Desa Sidetapa.

Pengurus Suka Duka Garda Buana kemudian menyambangi Pardana Dekorasi milik Jody. Pertemuan sederhana itu berubah menjadi ruang berbagi cerita tentang bagaimana anak muda desa dapat membangun masa depannya melalui potensi yang dimiliki.

Ketua Suka Duka Garda Buana Desa Sidetapa, I Made Dana, SH, memberikan apresiasi terhadap semangat dan kreativitas Jody.

Menurutnya, langkah Jody merupakan contoh bahwa generasi muda desa memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang ekonomi tanpa harus selalu bergantung pada lapangan pekerjaan formal.

“Kami mengapresiasi kreativitas dan usaha yang dikembangkan Jody. Ini harus menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya. Jangan takut memulai dari kecil. Kembangkan kemampuan dan bakat masing-masing menjadi peluang usaha,” ujar Made Dana.

Ia menegaskan, desa memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan apabila generasi mudanya berani membaca peluang.

Karena itu, Made Dana mengajak anak-anak muda Sidetapa untuk tidak hanya menjadi penonton perkembangan zaman.

“Anak muda harus berani berkarya. Jangan menunggu pekerjaan datang. Kalau memiliki keterampilan dan kreativitas, ciptakan peluang itu sendiri,” katanya.

Namun, menurut Made Dana, semangat anak muda juga membutuhkan ekosistem pendukung. Pemerintah dan para pemangku kebijakan diharapkan memberikan perhatian serta keberpihakan terhadap usaha masyarakat, khususnya usaha yang dirintis generasi muda.

Dukungan tersebut bisa menjadi energi tambahan agar usaha kecil yang lahir dari desa mampu tumbuh, berkembang dan bahkan menciptakan lapangan kerja baru.

Kisah Jody akhirnya bukan sekadar cerita tentang sebuah usaha dekorasi.

Ini adalah cerita tentang keberanian anak muda untuk bermimpi, ketekunan untuk bertahan dan keyakinan bahwa desa juga memiliki masa depan.

Dari Sidetapa, Jody seolah ingin menyampaikan pesan sederhana kepada generasi sebayanya:

Tidak harus pergi ke kota untuk menjadi sukses. Terkadang, peluang besar justru berada di depan mata—tinggal bagaimana keberanian dan kreativitas mengubahnya menjadi karya.

Bagi masyarakat yang membutuhkan jasa dekorasi, Pardana Dekorasi dapat dihubungi melalui WhatsApp 082 341 958 219.

Dari desa untuk masa depan. Berkarya, mandiri dan membuka jalan bagi generasi berikutnya.

(Roy)

Red: IGI COM