
Buleleng, infoglobalindonesia.com // Perkembangan teknologi di era digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi. Kini, setiap orang tidak lagi hanya menjadi konsumen berita, tetapi juga dapat berperan sebagai “wartawan” bagi dirinya sendiri.
Melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, hingga platform video seperti TikTok dan YouTube, masyarakat dengan mudah membagikan peristiwa yang mereka alami atau saksikan secara langsung. Dengan dukungan smartphone dan akses internet, informasi dapat disampaikan secara cepat, bahkan dalam hitungan detik.
Fenomena ini dikenal sebagai jurnalisme warga atau citizen journalism. Dalam praktiknya, masyarakat dapat melaporkan kejadian di sekitar mereka, mulai dari peristiwa sosial, bencana alam, hingga aktivitas sehari-hari. Kehadiran jurnalisme warga dinilai mampu mempercepat arus informasi dan memberikan sudut pandang yang lebih beragam.
Namun demikian, kemudahan ini juga membawa tantangan. Tidak semua informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya. Oleh karena itu, masyarakat dituntut untuk lebih bijak dalam menyampaikan informasi, dengan tetap mengedepankan prinsip akurasi, etika, dan tanggung jawab.
Pimpinan Redaksi Infoglobalindonesia.com, Made Roy Astika, menegaskan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, peran wartawan profesional tetap sangat dibutuhkan. Menurutnya, wartawan memiliki fungsi penting dalam menyaring dan memverifikasi informasi agar tidak menyesatkan masyarakat.
“Wartawan sangat diperlukan untuk menangkal berita hoaks yang saat ini semakin menjamur di era digital. Kebebasan menyampaikan informasi harus diimbangi dengan tanggung jawab dan kemampuan verifikasi yang baik,” ujarnya, ketika diskusi dengan sejumlah kalangan dari kader Partai Perindo Buleleng di Sekretariat DPD Partai Perindo Buleleng, Sabtu, 26 April 2026.
Ia juga menambahkan bahwa masyarakat perlu meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Kolaborasi antara jurnalisme warga dan media profesional dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat.
Di sisi lain, media massa tetap memiliki peran strategis sebagai penjaga kualitas informasi. Dengan standar jurnalistik yang ketat, media profesional diharapkan mampu menjadi rujukan utama di tengah derasnya arus informasi dari masyarakat.
Dengan demikian, era digital membuka peluang besar bagi setiap individu untuk menyuarakan informasi. Namun, kebebasan tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab agar informasi yang disampaikan benar, bermanfaat, dan tidak menyesatkan.( Roy)
Reporter : Roy Astika
Redaktur : IGI COM






