
BADUNG,infoglobalindonesia.com// – Gelombang kebangkitan Partai Perindo di Bali semakin terasa. Partai yang mengusung semangat keterbukaan dan keberpihakan kepada masyarakat ini kini semakin diminati, khususnya oleh kalangan generasi muda dan milenial yang menginginkan perubahan melalui politik yang bersih, modern, dan solutif.
Salah satu figur muda yang menjadi wajah baru kebangkitan Perindo di Pulau Dewata adalah Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Badung, Tri Tonce Yusak Wibowo. Lahir pada 6 September 1987, Yusak tampil sebagai pemimpin muda yang energik, rendah hati, dan memiliki tekad kuat membesarkan Partai Perindo di Kabupaten Badung.
Di luar dunia politik, Yusak dikenal sebagai seorang Business Development, Business Consultant, Business Management Consultant, serta Immigration Expert & Consultant. Berbekal pengalaman tersebut, ia membawa semangat profesionalisme dalam membangun organisasi politik yang modern dan dekat dengan masyarakat.
Menurut Yusak, anak muda tidak boleh lagi memandang politik sebagai sesuatu yang kotor atau menakutkan. Justru, politik harus menjadi ruang untuk melahirkan perubahan.
“Anak muda harus melek politik jika ingin berkembang. Mengkritik boleh, tetapi kritik harus membangun. Generasi muda adalah investasi bangsa yang harus diberi ruang, dibimbing, dan dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan Indonesia,” tegas Yusak.
Ketertarikannya bergabung dengan Partai Perindo bukan tanpa alasan. Menurutnya, Perindo merupakan partai yang memiliki komitmen nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama melalui pemberdayaan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
“Saya melihat Perindo bukan hanya berbicara tentang politik, tetapi benar-benar hadir untuk membantu masyarakat. Komitmen Perindo terhadap UMKM sangat sejalan dengan profesi yang saya tekuni selama ini. Karena itu saya mantap berjuang bersama Partai Perindo,” ujarnya.
Yusak menegaskan bahwa DPD Partai Perindo Kabupaten Badung yang dipimpinnya saat ini semakin solid. Seluruh jajaran pengurus memiliki semangat yang sama untuk membawa Perindo sejajar dengan partai-partai besar melalui kerja nyata, konsolidasi organisasi, dan kedekatan dengan masyarakat.
Meski memiliki aktivitas padat di dunia bisnis, Yusak memastikan pengabdiannya kepada Partai Perindo tidak pernah berkurang.
“Tiada hari tanpa konsolidasi dan tiada hari tanpa Partai Perindo. Kami ingin memastikan Perindo hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi rakyat, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat Bali, khususnya generasi muda, agar tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika demokrasi.
“Mari bergabung bersama Partai Perindo. Perubahan tidak lahir dari sikap apatis, tetapi dari keberanian untuk terlibat, menyampaikan gagasan, dan bekerja nyata demi kesejahteraan masyarakat,” ajaknya.
Menyoroti dinamika politik di Bali, Yusak berharap iklim politik ke depan semakin dewasa dan mengedepankan persatuan.
“Bali membutuhkan politik yang santun, beretika, dan penuh gagasan. Sudah saatnya kompetisi politik diisi dengan adu program, bukan adu fitnah. Politik harus menjadi alat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi atau kelompok. Saya optimistis generasi muda Bali mampu menghadirkan budaya politik yang lebih sehat, inovatif, dan berintegritas,” ungkapnya.
Dengan semakin banyaknya tokoh muda yang bergabung dan mengambil peran strategis, Partai Perindo optimistis mampu menjadi kekuatan politik baru di Bali yang mampu menjawab harapan masyarakat serta melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas, profesional, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.( Roy)
Red: IGI COM





