DENPASAR, infoglobalindonesia.com // – DPW Partai Perindo Bali terus memperkuat perannya di tengah masyarakat. Tidak hanya memanaskan mesin organisasi menghadapi agenda politik ke depan, Perindo Bali menegaskan komitmennya sebagai partai yang hadir memberikan pelayanan nyata kepada masyarakat melalui pembentukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perindo Bali.

Pembentukan LBH Perindo Bali menjadi salah satu program strategis partai untuk memperluas akses masyarakat terhadap keadilan, khususnya bagi warga yang menghadapi persoalan hukum namun terkendala biaya maupun sulit memperoleh pendampingan hukum yang layak.

Inisiatif pembentukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perindo Bali berawal dari gagasan advokat Betty Prissila Djunaedi, S.H. setelah menyatakan bergabung dengan Partai Perindo. Sebagai praktisi hukum, Betty melihat masih banyak masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum namun terkendala biaya dan akses terhadap layanan hukum yang memadai.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari Ketua DPW Partai Perindo Bali Ketut Putra Ismaya Jaya (Jro Bima) beserta seluruh jajaran pengurus DPW Perindo Bali. Gagasan itu kemudian disepakati sebagai salah satu komitmen strategis partai dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui pembentukan LBH Perindo Bali.
“Kami menyambut baik inisiatif yang disampaikan Ibu Betty Prissila Djunaedi. Gagasan ini sejalan dengan semangat Perindo sebagai partai yang hadir bukan hanya untuk berpolitik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Karena itu, pembentukan LBH Perindo Bali menjadi komitmen bersama seluruh jajaran pengurus untuk menghadirkan pendampingan hukum yang profesional, mudah diakses, dan berpihak kepada masyarakat pencari keadilan.

Sekretaris Wilayah (Sekwil) DPW Partai Perindo Bali, Nyoman Karta Widnyana, mengatakan keberadaan LBH Perindo merupakan bentuk nyata pengabdian partai kepada masyarakat.
“Masih banyak masyarakat yang menghadapi persoalan hukum tetapi tidak berani mencari keadilan karena terbentur biaya pendampingan.

Melalui LBH Perindo, kami ingin memastikan masyarakat, terutama yang kurang mampu, tetap mendapatkan akses hukum secara profesional dan bermartabat,” ujar Karta Widnyana.

Menurutnya, Bali saat ini menghadapi berbagai persoalan hukum yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, salah satunya sengketa tanah yang kian meningkat. Banyak warga membutuhkan pendampingan agar hak-haknya tetap terlindungi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Apabila masyarakat benar-benar tidak mampu, LBH Perindo akan memberikan pendampingan secara penuh. Kami ingin keadilan tidak hanya dinikmati mereka yang memiliki kemampuan ekonomi, tetapi juga dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Karta menambahkan, kehadiran LBH Perindo juga menjadi bukti bahwa partai politik tidak hanya bekerja menjelang pemilu untuk meraih kekuasaan, melainkan hadir setiap saat sebagai mitra masyarakat.
“Kami ingin mengubah stigma bahwa politik hanya hadir saat pemilu. Politik harus menjadi sarana pengabdian, tempat masyarakat menyampaikan aspirasi sekaligus memperoleh solusi atas persoalan yang dihadapi. Jangan takut memandang partai politik, karena Perindo ingin menunjukkan bahwa politik bisa menjadi kekuatan yang melayani rakyat,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Perindo Bali Ketut Putra Ismaya Jaya atau yang akrab disapa Jro Bima menyampaikan rasa syukur atas meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Partai Perindo.

Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir semakin banyak tokoh masyarakat, advokat, pengusaha, kalangan puri, akademisi, profesional, hingga generasi muda yang bergabung dan memberikan dukungan kepada Perindo Bali.
“Ini menjadi energi besar bagi kami. Perindo Bali terus tumbuh karena masyarakat melihat keseriusan kami bekerja. Kami ingin membangun partai yang santun, terhormat, dan benar-benar hadir melayani rakyat.

Semakin banyak elemen masyarakat bergabung, semakin kuat pula semangat kami untuk memberikan manfaat bagi Bali,” ujar Jro Bima.

Jro Bima juga mengajak para advokat dan praktisi hukum di seluruh Bali untuk bergabung dalam Tim Hukum dan LBH Perindo Bali sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi para advokat, konsultan hukum, akademisi hukum, maupun pemerhati keadilan di seluruh Bali yang memiliki semangat pengabdian untuk bergabung bersama Tim Hukum dan LBH Perindo Bali.

Kehadiran mereka sangat dibutuhkan agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh pendampingan hukum secara profesional, berintegritas, dan mudah diakses,” ujar Jro Bima.
Menurutnya, semakin banyak advokat yang bergabung, semakin luas pula jangkauan pelayanan hukum yang dapat diberikan kepada masyarakat, terutama bagi warga kurang mampu yang selama ini kesulitan mendapatkan bantuan hukum.
“LBH Perindo bukan hanya menjadi bagian dari organisasi partai, tetapi harus menjadi rumah keadilan bagi masyarakat. Kami ingin membangun gerakan gotong royong di bidang hukum, di mana para advokat bersama-sama memberikan kontribusi nyata untuk membantu masyarakat Bali memperoleh hak-haknya di hadapan hukum,” tegas Jro Bima.

Ia menegaskan bahwa Perindo tidak ingin sekadar menjadi peserta pemilu, tetapi menjadi organisasi yang terus bekerja sepanjang waktu melalui berbagai program sosial, pemberdayaan masyarakat, bantuan hukum, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.

Menyoroti dinamika politik di Bali saat ini, Jro Bima berharap seluruh kekuatan politik mampu menjaga iklim demokrasi yang sehat, sejuk, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Masyarakat Bali hari ini semakin cerdas. Mereka tidak lagi hanya melihat retorika, tetapi menilai dari karya dan manfaat yang diberikan. Karena itu, politik harus kembali pada nilai-nilai etika, gotong royong, serta menghadirkan solusi nyata bagi persoalan rakyat, bukan sekadar membangun polarisasi atau saling menjatuhkan.”

Menurut Jro Bima, tantangan Bali ke depan semakin kompleks, mulai dari persoalan ekonomi, lapangan pekerjaan bagi generasi muda, perlindungan hukum masyarakat, pengelolaan lingkungan, hingga penguatan UMKM. Karena itu, partai politik dituntut lebih banyak bekerja daripada berpolemik.
“Perindo Bali memilih fokus bekerja. Kami ingin menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Politik yang baik adalah politik yang mampu menghadirkan harapan, memperkuat persatuan, dan memberikan manfaat nyata.

Dengan semangat itu, kami optimistis Perindo Bali akan tumbuh menjadi partai besar yang dicintai masyarakat karena kerja nyata, bukan sekadar janji,” pungkas Jro Bima.(Roy)

Red: IGI COM