Buleleng Infoglobalindonesia.com //Tokoh masyarakat Kecamatan Tejakula yang juga pengurus Partai Perindo Kabupaten Buleleng, Ketut Sukarya, menilai perlunya pembaharuan data penerima Bantuan Sosial (Bansos) dan Program Keluarga Harapan (PKH) agar penyaluran bantuan dari pemerintah benar-benar tepat sasaran dan dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.Hal itu diungkapkan , senin 18 Mei menyikapi banyaknya keluhan masyarakat tentang Bansos dan PHK tidak tepat Sasaran kepada wartawan Info Global Indonesia .

Menurutnya, hingga saat ini masih ditemukan penerima bantuan sosial di wilayah Kecamatan Tejakula yang dinilai tidak lagi layak menerima bantuan karena kondisi ekonomi keluarganya sudah jauh membaik. Sementara di sisi lain, masih banyak masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru belum tersentuh bantuan pemerintah.

Ketut Sukarya menjelaskan, perkembangan ekonomi masyarakat tentu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Dahulu, banyak keluarga penerima bantuan memang memenuhi persyaratan karena tergolong kurang mampu. Namun seiring berjalannya waktu, kondisi ekonomi sebagian keluarga tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
“Sekarang ada keluarga yang anaknya sudah bekerja di luar negeri, termasuk di kapal pesiar, sehingga ekonomi keluarganya meningkat pesat. Rumahnya juga sudah sangat layak dan memadai, tetapi masih tetap menerima bantuan sosial dari pemerintah,” ungkapnya.

Sebaliknya, lanjut dia, terdapat pula keluarga yang dulunya tergolong mapan secara ekonomi, namun karena situasi dan kondisi tertentu mengalami penurunan ekonomi hingga masuk kategori miskin. Kondisi seperti ini, menurutnya, menunjukkan pentingnya pembaharuan dan verifikasi data penerima bantuan secara berkala dan valid.

Ia berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera melakukan pendataan ulang terhadap penerima Bantuan Sosial maupun Program Keluarga Harapan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan mampu membantu masyarakat yang memang membutuhkan.
“Jangan sampai bantuan pemerintah justru dinikmati oleh masyarakat yang sudah mampu, sementara warga yang benar-benar membutuhkan malah tidak mendapatkan bantuan. Karena itu pembaharuan data sangat penting dilakukan,” tegas Ketut Sukarya.      ( Roy).

Red : IGI COM