
Badung,infoglobalindonesia.com // 23 MEI 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan sekaligus menyambut Bulan Bung Karno Tahun 2026, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung menggelar aksi lingkungan bertajuk “Gerakan Merawat Pertiwi” pada Sabtu (23/5). Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota se-Bali ini, untuk wilayah Badung dipusatkan di kawasan Pantai Telaga Waja, Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan.
Istimewanya, pelaksanaan gerakan lingkungan ini bertepatan dengan Rahina Tumpek Wariga, hari suci umat Hindu yang dimaknai sebagai momentum penghormatan terhadap tumbuh-tumbuhan sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam wujud Dewa Sangkara.
Aksi nyata ini dihadiri langsung oleh Bendahara DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya, Bendahara DPC PDI Perjuangan Badung Bagus Alit Sucipta, jajaran PAC, pengurus ranting dan anak ranting, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan Provinsi Bali dan Kabupaten Badung.
Tak hanya internal partai, kegiatan ini juga bersinergi dengan masyarakat luas, melibatkan siswa SD, SMP, SMA di Kuta Selatan, komunitas lingkungan, nelayan, serta warga setempat.
Dalam kegiatan ini, para peserta bergotong royong melakukan sejumlah aksi konkret penyelamatan lingkungan, di antaranya:
Penanaman 150 bibit mangrove di kawasan pesisir, pelepasan 100 ekor tukik (anak penyu), Pelepasan 100 ekor burung ke alam bebas,dan aksi bersih-bersih sampah di sepanjang garis Pantai Telaga Waja.
Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung, Bagus Alit Sucipta, menjelaskan bahwa Gerakan Merawat Pertiwi merupakan inisiatif pelestarian lingkungan yang digagas langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Ini merupakan gerakan kultural yang menitikberatkan pada aksi nyata menjaga kelestarian bumi.
”Gerakan ini adalah bentuk komitmen PDI Perjuangan dalam menjaga lingkungan melalui penghijauan, pelestarian alam, dan perlindungan satwa. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi panduan budaya bagi seluruh kader untuk membangun kesadaran kolektif menjaga bumi demi generasi mendatang,” ujar Bagus Alit Sucipta.
Serentak di Seluruh Bali
Sementara itu, Bendahara DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya (yang akrab disapa Dewa Jack), hadir membacakan sambutan tertulis dari Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster.
Dalam sambutannya, Wayan Koster menegaskan bahwa Gerakan Merawat Pertiwi adalah gerakan moral, budaya, sekaligus ideologis dalam meneguhkan tanggung jawab bersama menjaga alam Bali.
”Gerakan ini dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten/kota di Bali sebagai bentuk gotong royong rakyat Bali dalam menjaga lingkungan hidup dan merawat bumi pertiwi,” kata Dewa Jack saat membacakan sambutan.
Selain di Badung, aksi pelestarian lingkungan ini juga digelar serentak di berbagai titik di Bali, yaitu:
Klungkung: Pantai Watu Klotok
Karangasem: Telaga Tista
Tabanan: Bendungan Telaga Tunjung
Jembrana: Kawasan Tibu Kleneng
Denpasar: Pantai Sidakarya
Bangli: Hutan Suter Kintamani
Buleleng: Teluk Bangsal Gerokgak
Gianyar: Desa Kerta dan Pantai Saba.
Dewa Jack juga menekankan pentingnya menjaga kawasan mangrove di Tanjung Benoa sebagai benteng alami pesisir. Mangrove berfungsi vital melindungi wilayah pantai dari abrasi, gelombang laut, dan dampak perubahan iklim. Selain itu, hutan mangrove menjadi habitat berbagai biota laut dan penyangga keseimbangan ekosistem pesisir yang sangat penting bagi keberlanjutan sektor pariwisata Bali.
Semangat Gerakan Merawat Pertiwi ini dinilai sangat sejalan dengan visi pembangunan “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, yang menempatkan alam Bali sebagai ruang kehidupan yang suci dan wajib dijaga secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat secara sekala (skala) dan niskala (niskala).
”PDI Perjuangan meyakini politik harus hadir untuk melindungi kehidupan rakyat, menjaga kelestarian lingkungan, serta memastikan generasi mendatang tetap dapat menikmati Bali yang hijau, bersih, dan harmonis,” tegasnya.
Melalui momentum HUT ke-53 dan Bulan Bung Karno ini, PDI Perjuangan mengajak seluruh elemen masyarakat Bali untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan hidup dan merawat warisan alam Pulau Dewata demi masa depan yang lebih baik. (JW).
Red: IGI COM





