BANGLI, infoglobalindonesia.com// — Yayasan Kesatria Keris Bali (YKKB) kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat. Melalui kegiatan YKKB Megendu Wirasa, YKKB menyambangi masyarakat di Banjar Adat Lumbuhan, Desa Lumbuhan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, dengan membawa sejumlah program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sang Ketut Rencana dan dihadiri Jro Mekel/Perbekel Desa Sulahan, para Bendesa Adat beserta pengurus, Kelihan Banjar beserta pengurus, serta Babinsa Kecamatan Susut.

Jro Mekel/Perbekel Desa Sulahan I Gusti Made Dwi Adnyana Putra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada YKKB yang telah hadir langsung di tengah masyarakat.

Ia berharap pemaparan berbagai program YKKB dapat memberikan manfaat dan membuka wawasan masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan yang berkembang saat ini.

Sementara itu, MDA Alitan Kecamatan Susut Jro Wira Duta menyambut baik kehadiran YKKB. Menurutnya, berbagai hal yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat ke depannya.

YKKB: Ngayah untuk Tanah Bali

Ketua Umum YKKB I Ketut Putra Ismaya Jaya atau Jro Bima menegaskan bahwa keberadaan YKKB bukan sekadar organisasi, tetapi merupakan wadah untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.

“YKKB didirikan untuk ngayah di tanah Bali. Dengan berbagai program yang kami rencanakan, YKKB siap membantu masyarakat yang membutuhkan dalam berbagai hal,” tegas Jro Bima.

Menurutnya, semangat ngayah harus diwujudkan melalui kerja nyata, kepedulian, serta keberanian untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan pendampingan dan solusi.

Diingatkan Waspada Tawaran Kerja Kapal Pesiar

Dalam kegiatan tersebut, I Dewa Nyoman Budiasa memberikan pemaparan mengenai peluang penyerapan tenaga kerja ke luar negeri, khususnya bekerja di kapal pesiar.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh tawaran keberangkatan cepat ke kapal pesiar tanpa terlebih dahulu memastikan legalitas agen, mekanisme keberangkatan, biaya yang harus dikeluarkan, serta kesiapan personal.

“Masyarakat harus selalu berhati-hati, baik dalam pengeluaran biaya maupun kesiapan diri. Jangan mudah percaya kepada agen yang menjanjikan keberangkatan ke kapal pesiar dengan cepat, karena hal tersebut bisa berisiko menimbulkan kerugian bahkan penipuan,” ujarnya.

Dorong Pertanian Ramah dan Produktif

Sementara itu, Arjun Ananda mengangkat persoalan pertanian dan pentingnya menjaga kualitas tanah sebagai bagian dari upaya meningkatkan hasil produksi.

Menurutnya, kondisi tanah sangat menentukan kualitas produk pertanian. Penggunaan zat kimia secara berlebihan juga perlu menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap lingkungan dan hasil pertanian.

Ia memperkenalkan pemanfaatan teknologi nano untuk membantu memperbaiki kondisi tanah dan meningkatkan produktivitas pertanian, salah satunya melalui produk pupuk yang diperkenalkan sebagai Pronas.

Selain sektor pertanian, teknologi tersebut menurutnya juga dapat dikembangkan untuk mendukung sektor perikanan dan peternakan.

Pengurus Adat Diminta Cerdas Hadapi Perubahan Zaman

Hal senada disampaikan Made Widhi Dharma yang mengingatkan para pengurus adat agar semakin cerdas menghadapi berbagai fenomena kekinian, termasuk penetrasi budaya luar.

Menurutnya, perkembangan zaman tidak boleh membuat masyarakat Bali kehilangan jati diri. Adat dan budaya harus tetap dijaga sesuai dengan wewidangan masing-masing.

Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan dalam menentukan arah pembangunan daerah.

“Kunci keberhasilan suatu pembangunan daerah adalah kepemimpinan. Karena itu, masyarakat harus lebih berhati-hati dalam memilah dan memilih pemimpin,” katanya.

PBH YKKB Siap Berikan Bantuan Hukum

Di bidang hukum, Ngurah Arjaya menyampaikan bahwa PBH YKKB dibentuk sebagai bagian dari komitmen YKKB untuk selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan dan pendampingan hukum.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu mencari bantuan hukum ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan pendampingan profesional.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

“Harapan kami, seluruh masyarakat dapat menjaga wewidangan masing-masing agar tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Kegiatan YKKB Megendu Wirasa di Kecamatan Susut, Bangli, menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara YKKB dengan masyarakat sekaligus membuka ruang dialog mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Bali.

Semangat yang dibawa YKKB pun kembali ditegaskan: hadir untuk ngayah, bergerak untuk membantu, dan bersama masyarakat menjaga tanah Bali.( Roy)

Red: IGI COM