Buleleng infoglobalindonesia.com// – Umat Hindu di Bali hari ini, Sabtu (18/4), melaksanakan upacara suci Tumpek Landep, sebuah hari raya yang datang setiap 210 hari sebagai bentuk pemujaan kepada Dewa Siwa dalam manifestasinya sebagai Sanghyang Pasupati.

Sejak pagi, masyarakat tampak menghaturkan sesajen di berbagai tempat, mulai dari pura keluarga hingga tempat kerja. Tidak hanya benda-benda sakral seperti keris, upacara juga ditujukan kepada berbagai peralatan berbahan logam dan besi, termasuk kendaraan, perabot rumah tangga, hingga mesin-mesin produksi.

Ketua PHDI Kabupaten Buleleng, Dr. I Gede Made Metra, menjelaskan bahwa makna Tumpek Landep tidak semata pada pemujaan benda, melainkan lebih dalam sebagai simbol penajaman pikiran manusia.

“Secara fisik, besi itu tajam seperti keris. Namun secara filosofis, yang harus benar-benar ditajamkan adalah pikiran kita. Pikiran yang cerdas dan tajam akan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah, sehingga dapat digunakan untuk kesejahteraan umat manusia,” ujar Made Metra.

Ia menambahkan, upacara ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara aspek sekala (fisik) dan niskala (nonfisik) dalam kehidupan umat Hindu. Melalui Tumpek Landep, manusia diajak untuk tidak hanya merawat benda, tetapi juga mengendalikan cara berpikir dan bertindak.

Seiring perkembangan zaman, pelaksanaan Tumpek Landep kini juga menyasar berbagai peralatan modern. Kendaraan bermotor, alat elektronik, hingga mesin industri turut diberikan upacara sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar alat-alat tersebut memberikan manfaat optimal.

“Maknanya adalah bagaimana peralatan yang kita gunakan dapat memberi manfaat, menciptakan keharmonisan antara manusia dan teknologi, serta pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan,” tambahnya.

Perayaan Tumpek Landep menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi harus selalu diimbangi dengan kebijaksanaan. Ketajaman pikiran, bukan sekadar ketajaman benda, menjadi kunci utama dalam menciptakan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.( Roy)

Reporter : Roy Astika

Editor IGI COM