TEBO, IGI COM – Sikap bungkam PT Montd’or Oil Tungkal Ltd di tengah polemik rencana penggunaan jalan hasil program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, semakin memicu tanda tanya publik.(4/6/26).

Upaya konfirmasi yang dilakukan media ini kepada pihak perusahaan tidak membuahkan hasil. Humas perusahaan, Ahmad Firdaus, tidak memberikan respons atas pesan WhatsApp yang dikirim pada Senin (4/5/2026). Kondisi serupa juga terjadi pada humas lainnya, Rahmat Hidayat, yang terkesan menghindari konfirmasi baik melalui pesan singkat maupun panggilan telepon.

Di tengah minimnya keterbukaan tersebut, informasi di lapangan justru mengarah pada aktivitas intens perusahaan. Dalam beberapa hari terakhir, Ahmad Firdaus diduga melakukan lobi ke Pemerintah Kabupaten Tebo serta pemerintah desa di wilayah Desa Kunangan dan Kelurahan Sungai Bengkal.
Manuver ini memunculkan dugaan bahwa perusahaan tengah mencari alternatif jalur dengan memanfaatkan jalan TMMD, menyusul belum rampungnya proses pembebasan lahan milik warga untuk proyek pipa gas menuju Batanghari.

Diketahui, sebagian lahan warga memang telah dibebaskan melalui skema sewa dan ganti rugi tanam tumbuh. Namun, sejumlah bidang lainnya masih belum mencapai kesepakatan, sehingga memicu resistensi dari pemilik lahan.
Di sisi lain, rencana penggunaan jalan TMMD—yang memiliki sejarah panjang karena dibangun dari swadaya masyarakat sejak 1980-an sebelum diperlebar melalui program pemerintah—dinilai berpotensi menimbulkan konflik baru di tengah masyarakat.

Ketua Lembaga Adat Melayu Jambi (LAMJ) Kecamatan Tebo Ilir, Muhammad Isya, menegaskan bahwa setiap perubahan fungsi jalan harus melalui persetujuan masyarakat.

Jalan itu ada sejarahnya, dibangun dari swadaya warga lalu dihibahkan untuk kepentingan umum. Kalau sekarang mau dipakai untuk kepentingan perusahaan, harus terbuka dan disepakati masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tanpa transparansi, potensi gesekan sosial sangat terbuka. “Kalau dipaksakan tanpa komunikasi yang jelas, ini bisa memicu konflik di tengah masyarakat,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, PT Montd’or Oil Tungkal Ltd belum memberikan klarifikasi resmi terkait rencana penggunaan jalan TMMD maupun dugaan aktivitas lobi yang dilakukan. Sikap tertutup ini justru semakin memperkuat spekulasi publik dan menambah kekhawatiran akan potensi konflik sosial di wilayah tersebut.***(Hft)

Red: IGI COM