
SINGARAJA, infoglobalindonesia.com// — Masyarakat di sejumlah wilayah Provinsi Bali diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca yang dikeluarkan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bali untuk tiga hari ke depan, 13–15 September 2026.
Peringatan tersebut mencakup potensi angin kencang dan cuaca ekstrem yang dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga pohon tumbang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan peringatan dini dari BMKG tersebut telah diteruskan kepada berbagai instansi, dinas, lembaga, hingga masyarakat sebagai langkah antisipasi.
Menurut Suyasa, kewaspadaan menjadi hal penting, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan potensi angin kencang yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.
“Kewaspadaan sangat diperlukan masyarakat. Jangan melakukan pembakaran sampah sembarangan, apalagi di tempat-tempat kering seperti kawasan hutan dan kebun,” ujar Suyasa saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. Pemeriksaan secara berkala dinilai penting untuk mencegah terjadinya korsleting yang dapat memicu kebakaran.
“Selama tiga hari ini harus diwaspadai angin kencang dan cuaca panas yang sangat riskan dengan musibah kebakaran, baik di kawasan hutan maupun perumahan,” tegasnya.
53 Rumah Terbakar di Buleleng
Suyasa mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, sedikitnya 53 rumah di Kabupaten Buleleng telah terdampak musibah kebakaran. Selain itu, sejumlah titik juga sempat mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi perhatian serius, terlebih ketika cuaca panas disertai angin kencang berpotensi mempercepat penyebaran api.
Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan kesiapsiagaan pemerintah dan petugas, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan dari lingkungan masing-masing.
Ini Wilayah yang Diperingatkan BMKG
Berdasarkan peringatan dini cuaca tiga harian Balai Besar BMKG Bali, potensi angin kencang pada 13 September diperkirakan terjadi di Kabupaten Badung, Bangli, Jembrana, Buleleng, Karangasem, Tabanan, dan Klungkung.
Kemudian pada 14 September, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Badung, Denpasar, Tabanan, Klungkung, dan Jembrana.
Sementara pada 15 September, peringatan dini potensi angin kencang masih berlaku untuk wilayah Kabupaten Badung.
Cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan dampak terhadap aktivitas masyarakat dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.
BPBD Buleleng pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di luar rumah, terutama di kawasan yang memiliki pepohonan tinggi, lereng rawan longsor, kawasan hutan, serta lokasi yang mudah terbakar.
Kewaspadaan sederhana, seperti tidak membakar sampah sembarangan, memastikan api benar-benar padam setelah digunakan, serta memeriksa instalasi listrik, dinilai dapat menjadi langkah awal untuk mencegah terjadinya musibah.
Waspada bukan berarti takut. Dengan kesiapsiagaan dan kepedulian bersama, risiko bencana akibat cuaca ekstrem dapat ditekan.( Roy)
Red : IGI COM





