Denpasar,infoglobalindonesia.com// – Peta politik di Bali mulai menunjukkan dinamika baru. Di tengah meningkatnya kejenuhan masyarakat terhadap praktik politik yang dinilai hanya ramai menjelang pemilu, Partai Perindo Bali justru memperlihatkan tren berbeda. Satu per satu tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang menyatakan bergabung, memperkuat barisan partai yang dipimpin Ketua DPW Perindo Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya atau yang akrab disapa Jro Bima.

Tidak hanya mantan anggota DPRD, sejumlah penglingsir puri, mantan kepala desa, tokoh masyarakat, hingga pensiunan aparatur sipil negara (ASN) mulai memberikan dukungan dan memilih menjadi bagian dari perjuangan Partai Perindo.

Fenomena ini dinilai menjadi sinyal bahwa masyarakat mulai mencari alternatif politik yang lebih mengedepankan kerja nyata dibanding sekadar retorika.

Salah satu tokoh yang menyatakan sikapnya adalah mantan Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Suar. Menurutnya, Perindo merupakan partai yang konsisten hadir di tengah masyarakat, bahkan ketika tidak berada dalam momentum politik.
“Perindo sejak lama sudah turun langsung membantu masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial. Saya melihat partai ini tidak hanya datang saat membutuhkan suara rakyat, tetapi benar-benar mengabdi kepada masyarakat. Itu yang membuat saya mantap bergabung,” ujar Nyoman Suar.
Ia menilai kepemimpinan Jro Bima menjadi salah satu faktor utama yang mendorong semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap Partai Perindo Bali.
“Beliau bukan tipe pemimpin yang mengejar jabatan atau kekuasaan. Jro Bima bekerja dengan ketulusan, membela kepentingan masyarakat Bali, menjaga adat, budaya, serta konsisten nindihin Gumi Bali. Banyak langkah nyata beliau dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat Bali,” tegasnya.

Berbekal pengalaman panjang di dunia politik, Nyoman Suar menyatakan siap membesarkan Partai Perindo di Kabupaten Tabanan maupun secara luas di Provinsi Bali.
“Saya siap bekerja bersama seluruh kader untuk memperkuat organisasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Politik harus kembali menjadi alat pengabdian, bukan sekadar perebutan kekuasaan,” katanya.

Menguatnya dukungan dari berbagai tokoh dinilai menjadi modal penting bagi Perindo Bali dalam membangun organisasi hingga ke tingkat desa. Konsolidasi yang dilakukan bukan semata-mata menghadapi agenda politik elektoral, melainkan membangun kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata dan pengabdian yang berkelanjutan.

Perindo Bali juga menaruh perhatian besar terhadap keterlibatan generasi muda. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, Generasi Z dipandang sebagai kekuatan baru yang mampu membawa politik ke arah yang lebih inovatif, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Partai Perindo mengajak anak-anak muda Bali untuk tidak hanya menjadi pengamat perubahan, tetapi ikut menjadi pelaku perubahan. Politik membutuhkan gagasan segar, keberanian, integritas, dan kepedulian sosial agar mampu melahirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
“Masa depan Bali tidak ditentukan oleh mereka yang hanya mengkritik dari kejauhan, tetapi oleh mereka yang berani turun tangan, bekerja, dan mengabdi.

Jika anak muda menginginkan politik yang bersih, jujur, dan berpihak kepada rakyat, maka saatnya ikut mengambil peran. Perindo membuka ruang bagi siapa saja yang ingin berkarya, berjuang, dan membangun Bali dengan semangat gotong royong, integritas, dan pengabdian.”

Dengan semakin banyaknya tokoh masyarakat yang bergabung, Partai Perindo Bali optimistis mampu memperkuat basis organisasi sekaligus menghadirkan budaya politik yang lebih santun, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.(Roy)

Red: IGI COM