Buleleng,infoglobalindonesia.com// – Harapan masyarakat Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng untuk memiliki kantor desa yang representatif tampaknya masih menemui jalan terjal.
Pembangunan gedung Kantor Kepala Desa Patas yang telah dimulai dengan menggunakan dana tabungan dari Dana Desa selama lima tahun sebesar kurang lebih Rp800 juta, kini terhenti dan terbengkalai akibat kekurangan anggaran.
Kepala Desa Patas, Suparsa, membenarkan bahwa pembangunan kantor desa saat ini mengalami kebuntuan karena keterbatasan dana.
Menurutnya, pembangunan gedung tersebut pada awalnya direncanakan mendapat dukungan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Kabupaten Badung pada masa kepemimpinan Bupati I Nyoman Giri Prasta.
Namun, karena keinginan yang kuat untuk segera memiliki kantor desa yang layak dan representatif, Pemerintah Desa Patas memutuskan untuk mendahului pelaksanaan pembangunan dengan memanfaatkan dana tabungan yang berasal dari Dana Desa, meskipun dana BKK yang diharapkan belum cair.
“Saya mendahului membangun walaupun dana BKK Kabupaten Badung belum cair.
Rencananya, jika dana BKK sudah turun, dana yang digunakan terlebih dahulu akan dikembalikan,” ujar Suparsa.
Pembangunan pun berjalan dan telah menghabiskan anggaran hampir Rp800 juta. Namun di tengah proses pembangunan, dana BKK yang diharapkan tak kunjung dicairkan. Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa kendala pencairan terjadi karena adanya persoalan administrasi dalam proposal pengajuan bantuan.
Menurut Suparsa, proposal awal mengusulkan pembangunan lanjutan gedung, sementara ketentuan pencairan bantuan mengharuskan pengajuan untuk pembangunan baru dari awal.
Meskipun proposal tersebut telah diperbaiki sesuai ketentuan, hingga saat ini dana BKK Kabupaten Badung masih belum dapat dicairkan.
Akibat kondisi tersebut, pembangunan kantor desa terpaksa terhenti dan bangunan yang sudah berdiri sebagian kini dikhawatirkan mengalami kerusakan karena terlalu lama terbengkalai.
Sementara itu, pelayanan pemerintahan desa masih dilakukan dengan memanfaatkan Gedung Olahraga (GOR) Desa Patas sebagai kantor sementara.
Situasi ini menimbulkan berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait kepastian kelanjutan pembangunan kantor desa yang telah lama dinantikan. Warga berharap pemerintah dapat segera menemukan solusi agar bangunan yang sudah menghabiskan anggaran cukup besar tersebut tidak menjadi aset mangkrak.
Menghadapi persoalan tersebut, Suparsa bersama jajaran Pemerintah Desa Patas berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Buleleng agar pembangunan kantor desa dapat kembali dilanjutkan.
“Saya memberanikan diri menyampaikan aspirasi kepada Bapak Bupati Buleleng agar dapat membantu mencarikan solusi terbaik sehingga pembangunan kantor desa ini bisa diteruskan dan diselesaikan,” katanya.
Masyarakat Desa Patas sendiri berharap segera memiliki kantor kepala desa yang representatif dan memadai. Selain menjadi simbol pelayanan pemerintahan yang baik, keberadaan kantor desa yang layak juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kepada masyarakat secara maksimal.
Dengan adanya dukungan dan solusi dari pemerintah daerah, masyarakat berharap pembangunan Kantor Desa Patas yang telah lama menjadi cita-cita bersama dapat segera terwujud demi menunjang pelayanan publik yang lebih baik di masa mendatang.(roy/spd)
Red: IGI COM




