Bali,infoglobalindonesia.com //Menuju Pemilu 2029, Partai Perindo di Bali harus mulai bergerak dengan pola perjuangan yang berbeda dibanding pemilu sebelumnya. Jika pada tahun-tahun awal Perindo masih berjuang untuk memperkenalkan identitas partai kepada masyarakat, maka tahun 2029 harus menjadi momentum kebangkitan politik dengan target nyata meraih kemenangan dan menjadi kekuatan politik baru di Bali. Hal itu diungkapkan Ketua DPW Partai Perindo Bali Ketut Putra Ismaya Jaya yang akrab dipanggil Jro Bima usai mengikuti rapat melalui zoom meeting dengan DPP Partai Perindo , Selasa,19 Mei 2026.

Untuk mencapai hal tersebut, menurut Jro Bima  diperlukan pemetaan kekuatan pemilih secara menyeluruh agar strategi partai tidak berjalan tanpa arah.

” Secara politik, Bali masih dikenal sebagai daerah dengan dominasi partai-partai besar yang telah lama mengakar di tengah masyarakat. Namun perubahan pola pikir masyarakat, khususnya generasi muda dan kelompok pemilih produktif, mulai membuka ruang bagi hadirnya kekuatan politik alternatif. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi Perindo apabila mampu membaca kebutuhan masyarakat secara tepat dan menghadirkan kerja nyata di tengah rakyat” , Ungkap Jro Bima menegaskan.

Lebih Jauh Jro Bima mengatakan, Kabupaten Buleleng diperkirakan menjadi salah satu wilayah paling potensial untuk penguatan suara Perindo. Selain memiliki jumlah pemilih terbesar di Bali, karakter masyarakat Buleleng cenderung lebih terbuka terhadap figur dan gagasan baru. Kondisi ekonomi masyarakat yang beragam, mulai dari petani, nelayan, pekerja informal hingga pelaku UMKM, menjadi ruang bagi Perindo untuk masuk melalui program-program kerakyatan. Kehadiran tokoh lokal yang aktif di masyarakat juga akan menjadi faktor penting dalam mendongkrak suara partai di wilayah ini.

Sementara untuk di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, kekuatan pemilih muda menjadi faktor utama yang harus digarap secara serius. Kawasan perkotaan memiliki tingkat penggunaan media sosial yang sangat tinggi, sehingga perang opini publik akan banyak terjadi di ruang digital. Perindo harus mampu tampil sebagai partai modern yang dekat dengan anak muda, kreatif, aktif di media sosial, serta responsif terhadap persoalan ekonomi, lapangan kerja, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat urban.Tandasnya .

” Jika mampu menguasai ruang digital secara konsisten, Perindo memiliki peluang besar untuk meningkatkan elektabilitas di kawasan perkotaan Bali”, ungkapnya serius.

Sementara itu, daerah seperti Karangasem dan Jembrana memiliki potensi suara dari kelompok masyarakat kecil yang selama ini merasa kurang diperhatikan. Politik sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat akan lebih mudah diterima dibanding sekadar kampanye pencitraan. Program bantuan UMKM, pendampingan masyarakat miskin, kegiatan sosial, hingga advokasi persoalan rakyat akan menjadi kekuatan utama dalam membangun loyalitas pemilih terhadap Perindo.

Untuk memenangkan Pemilu 2029, Perindo Bali tidak cukup hanya mengandalkan popularitas partai. Mesin partai harus diperkuat sampai ke tingkat desa dan banjar. Kehadiran pengurus dan relawan yang aktif di tengah masyarakat akan jauh lebih efektif dibanding kampanye besar menjelang pemilu saja. Masyarakat Bali cenderung memilih figur yang dikenal dekat dan terbukti hadir membantu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, pemetaan pemilih menurut Jro Bima juga harus dilakukan berdasarkan kelompok usia dan profesi. Pemilih muda, pelaku UMKM, pekerja sektor pariwisata, petani, nelayan, dan masyarakat kelas menengah bawah diperkirakan menjadi basis suara potensial bagi Perindo. Kelompok-kelompok ini membutuhkan solusi konkret terhadap persoalan ekonomi dan kesejahteraan, sehingga pendekatan politik yang humanis dan langsung menyentuh kebutuhan rakyat akan lebih mudah diterima.

Menurut Jro Bima Tahun 2029 diperkirakan akan menjadi pemilu yang sangat dipengaruhi oleh kekuatan media sosial dan jaringan komunitas. Karena itu, Perindo harus membangun citra sebagai partai yang aktif, modern, peduli rakyat kecil, dan berani memperjuangkan kepentingan masyarakat.

” Jika seluruh struktur partai bergerak secara konsisten sejak sekarang, ditambah kerja nyata dan penguatan figur lokal di setiap dapil, maka target menjadikan Perindo sebagai kekuatan politik yang mampu menang di Bali bukanlah hal yang mustahil “, ungkap Jro Bina  mengakhiri uraiannya . ( Roy)

Red : IGI COM