Bali, infoglobalindonesia.com// – Seluruh jajaran pengurus DPW Partai Perindo Bali yang dipimpin Ketua DPW Partai Perindo Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya atau yang akrab disapa Jro Bima, mulai melakukan penataan kantor baru pasca diberikannya gedung baru oleh DPP Partai Perindo.

Penataan kantor dilakukan secara gotong royong bersama seluruh jajaran pengurus DPW dengan melengkapi berbagai kebutuhan mubeler dan fasilitas pendukung untuk kegiatan rapat, konsolidasi, hingga pertemuan internal partai.

Suasana kebersamaan tampak mewarnai proses penataan kantor yang nantinya akan menjadi pusat aktivitas politik dan organisasi Partai Perindo di Bali.

Jro Bima menilai gedung baru yang diberikan oleh DPP Partai Perindo sangat representatif dan memadai sebagai wadah menyatukan seluruh kekuatan Partai Perindo di Bali. Menurutnya, keberadaan kantor baru tersebut menjadi semangat baru dalam memperkuat mesin partai menghadapi dinamika politik Bali yang mulai bergerak menuju kontestasi politik 2029 mendatang.
“Kantor ini bukan hanya sekadar tempat berkumpul, tetapi menjadi rumah perjuangan bersama seluruh kader Perindo Bali untuk membangun kekuatan partai yang solid dan dekat dengan masyarakat,” ujar Jro Bima di sela kegiatan penataan kantor.

Sebagai langkah awal kegiatan di kantor baru tersebut, Jro Bima memastikan akan segera menggelar pertemuan bersama seluruh jajaran DPD Partai Perindo se-Bali, 24 Mei mendatang .

Pertemuan itu akan difokuskan pada penguatan struktur partai, penyusunan program kerja kerakyatan, serta membahas berbagai isu strategis yang berkembang di Bali saat ini.

Menurutnya, Partai Perindo harus hadir di tengah masyarakat dengan membawa solusi nyata terhadap berbagai persoalan daerah yang saat ini menjadi perhatian publik. Ia menilai kondisi Bali saat ini membutuhkan gagasan pembangunan yang tetap menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi, lingkungan, budaya, dan kepentingan masyarakat adat.
“Kita ingin seluruh kader Perindo memiliki semangat yang sama untuk turun ke masyarakat, mendengar langsung persoalan rakyat dan menghadirkan solusi yang nyata,” tegasnya.

Di tengah persiapan konsolidasi internal tersebut, dinamika politik Bali sendiri mulai menunjukkan pergerakan yang semakin hangat. Sejumlah isu strategis daerah kini berkembang menjadi pembahasan politik di tengah masyarakat. Mulai dari persoalan sampah, kemacetan kawasan pariwisata, tata kelola pembangunan vila dan akomodasi wisata, hingga kekhawatiran terhadap tergerusnya budaya lokal.

Arah politik Bali menuju 2029 perlahan mulai terbaca. Menurutnya, masyarakat kini semakin kritis dalam menilai figur politik, tidak hanya berdasarkan popularitas, tetapi juga rekam jejak dan kemampuan menyelesaikan persoalan nyata di lapangan.
Ia menilai isu lingkungan dan tata kelola pariwisata akan menjadi tema politik dominan dalam beberapa tahun ke depan. Publik Bali disebut mulai menginginkan pemimpin yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dengan perlindungan adat, budaya, dan lingkungan.
“Bali saat ini menghadapi tantangan yang kompleks. Tokoh yang mampu menawarkan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan, budaya, dan pembangunan kemungkinan besar akan mendapatkan simpati masyarakat,” ujarnya.
Ia juga melihat mulai munculnya sejumlah figur politik dari berbagai daerah di Bali yang aktif membangun komunikasi sosial di tengah masyarakat sebagai bagian dari langkah awal membangun elektabilitas menuju 2029.

Dengan kondisi tersebut, dinamika politik Bali diperkirakan akan semakin menarik dalam beberapa tahun ke depan. Persaingan gagasan, aktivitas sosial kemasyarakatan, hingga penguatan jaringan politik mulai terlihat dilakukan sejumlah tokoh dan partai politik di Bali, termasuk Partai Perindo yang kini mulai memperkuat konsolidasi organisasinya dari kantor baru DPW Perindo Bali.( Roy)

Redaktur: IGI COM