
Amlapura,infoglobalindonesia.com // – Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Karangasem, I Made Arnawa, mendorong Bawaslu Kabupaten Karangasem untuk memperkuat komunikasi politik dengan seluruh partai politik sebagai langkah strategis mencegah sengketa dan pelanggaran pada Pemilu 2029.
Hal tersebut disampaikan Arnawa saat menghadiri Rapat Koordinasi Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu yang digelar Bawaslu Kabupaten Karangasem bersama seluruh partai politik di Sekretariat Bawaslu Karangasem, Kamis (16/7/2026).
Dalam forum tersebut, Arnawa menyampaikan dua masukan penting kepada Bawaslu. Pertama, ia berharap Bawaslu lebih sering menggelar pertemuan dan forum komunikasi bersama partai politik agar setiap persoalan yang berpotensi menimbulkan sengketa, baik antarpartai maupun antara partai politik dengan penyelenggara pemilu, dapat diselesaikan melalui dialog sebelum berkembang menjadi konflik.
“Semakin intens komunikasi antara Bawaslu dan partai politik, semakin besar peluang kita mencegah sengketa sejak dini. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang aman, tertib, dan demokratis,” ujar Arnawa.
Masukan kedua berkaitan dengan semakin maraknya penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di media sosial yang dinilai berpotensi memunculkan ujaran kebencian, disinformasi, hingga upaya mengadu domba peserta pemilu.
Menurut Arnawa, pengawasan siber saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan tersebut. Karena itu, ia menilai KPU dan Bawaslu perlu membangun ruang komunikasi yang lebih terbuka dan berkelanjutan dengan partai politik.
“Jika muncul konten anonim berbasis AI yang berisi fitnah, provokasi, atau informasi yang dipelintir untuk mengganggu tahapan pemilu, maka harus segera dikomunikasikan bersama sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang dapat menghambat proses demokrasi,” tegasnya.
Arnawa juga menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Kabupaten Karangasem yang telah membuka ruang dialog dengan seluruh partai politik melalui rapat koordinasi tersebut. Menurutnya, komunikasi yang baik antara penyelenggara pemilu dan peserta pemilu merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan serta menyelesaikan setiap persoalan secara musyawarah.
Ia optimistis sinergi yang terus diperkuat antara Bawaslu dan partai politik akan mampu meminimalisasi sengketa maupun pelanggaran pada setiap tahapan Pemilu 2029.
“Dengan komunikasi yang terbuka dan saling menghormati, saya yakin Karangasem dapat mewujudkan pemilu yang damai, berintegritas, jujur, adil, dan berkualitas,” pungkas Arnawa.( Roy)
Red: IGI COM





