
DENPASAR ,infoglobalindonesia.com //!– Peta politik Bali mulai menunjukkan dinamika baru. Sejumlah figur dengan latar belakang dan pengalaman berbeda semakin sering menjadi bahan perbincangan publik, terutama terkait arah kepemimpinan Bali di masa mendatang.
Di tengah dinamika tersebut, nama I Nyoman Parta dan I Ketut Putra Ismaya Jaya alias Jro Bima mulai disebut dalam percakapan politik masyarakat sebagai dua figur yang memiliki karakter dan latar pengabdian yang berbeda, tetapi sama-sama dikenal memiliki kedekatan dengan persoalan masyarakat.
Nyoman Parta saat ini merupakan Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dan duduk di Komisi III DPR RI. Aktivitasnya di parlemen juga terlihat dalam sejumlah isu yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat Bali.
Pada September 2026, misalnya, Parta menyuarakan penguatan peran desa adat dalam pencegahan narkotika di Bali.
Sementara itu, Jro Bima merupakan Ketua DPW Partai Perindo Bali. Ia sebelumnya dikenal melalui aktivitas sosial dan pendampingan masyarakat sebelum memperluas pengabdiannya melalui jalur politik.
Sejumlah pemberitaan pada 2026 mencatat keterlibatannya dalam persoalan sosial kemasyarakatan serta upaya memperluas akses bantuan hukum bagi masyarakat.
Dua sosok ini memiliki gaya pengabdian yang berbeda.
Nyoman Parta lebih banyak bergerak melalui ruang parlemen dan kebijakan, sedangkan Jro Bima membangun aktivitas sosial melalui pendampingan masyarakat sekaligus jalur politik.
Perbedaan latar tersebut justru menjadi bagian yang menarik dalam wacana publik. Sebagian masyarakat melihat perpaduan pengalaman politik di parlemen dengan pengalaman pendampingan masyarakat sebagai salah satu kemungkinan konfigurasi kepemimpinan yang dapat diperbincangkan untuk masa depan Bali.
Namun, hingga saat ini, penyebutan keduanya sebagai pasangan pemimpin masa depan masih berada pada ranah wacana dan aspirasi publik, bukan keputusan politik resmi.
Yang menjadi perhatian adalah bagaimana Bali membutuhkan figur-figur yang mampu memahami persoalan masyarakat sekaligus menerjemahkan aspirasi tersebut ke dalam kebijakan nyata.
Pada akhirnya, masyarakat Bali yang akan mengikuti perkembangan dinamika politik tersebut dan menilai sendiri rekam jejak, gagasan, program, serta kapasitas setiap figur yang muncul dalam ruang publik.
Nyoman Parta dan Jro Bima kini menjadi dua nama yang ikut mewarnai percakapan mengenai wajah kepemimpinan Bali ke depan. (Roy)





