
Buleleng Bali , infoglobalindonesia.com // – Bali mulai menghadapi kondisi hari tanpa hujan yang cukup panjang. Berdasarkan monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) Provinsi Bali update 20 September 2026, sejumlah wilayah tercatat mengalami periode tanpa hujan hingga lebih dari 60 hari.
Secara umum, kondisi HTH di Bali berada pada kategori “Masih Ada Hujan” hingga “Kekeringan Ekstrem”. Sementara itu, distribusi curah hujan di wilayah Bali secara umum berada pada kisaran 0–40 milimeter per dasarian.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena periode tanpa hujan yang panjang dapat berdampak pada ketersediaan air, sektor pertanian, serta meningkatkan kerentanan lahan terhadap kebakaran.
BPBD Buleleng Ingatkan Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Sejalan dengan kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Buleleng mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tengah kondisi lingkungan yang cenderung kering.
Masyarakat diminta menggunakan air secara bijak dan mengantisipasi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air bersih di wilayah yang mengalami periode tanpa hujan cukup panjang.
Selain itu, warga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran sampah, semak, maupun lahan secara sembarangan. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat ketika kondisi lahan dan vegetasi dalam keadaan kering.
BPBD Buleleng juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran kepada aparat desa/kelurahan maupun petugas terkait, sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
Monitoring HTH menjadi salah satu gambaran penting mengenai perkembangan kondisi cuaca dan iklim di Bali. Kewaspadaan dan kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko yang dapat muncul akibat kondisi kering berkepanjangan.
Waspada kekeringan, hemat air, dan cegah kebakaran sejak dini.(Roy)
Red : IGI COM





