Denpasar , infoglobalindonesia.com//– Modus penipuan yang mengatasnamakan tokoh publik kembali terjadi. Kali ini, nama Ketua DPW Partai Perindo Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya atau yang akrab disapa Jro Bima, dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk memperdaya salah seorang pengurus Partai Perindo di Bali.Korban diketahui bernama Rendy, pengurus DPW Partai Perindo Bali .

Peristiwa bermula ketika korban menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai “Ismaya Perindo Bali”. Dengan gaya bicara yang meyakinkan dan seolah telah lama mengenal korban, pelaku menawarkan lima paket proyek pemasangan paving blok yang disebut berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Badung.

Dalam percakapan tersebut, pelaku mengatakan bahwa terdapat pekerjaan pemasangan paving blok di lima SMA Negeri di Kabupaten Badung dan menanyakan kesediaan korban untuk mengambil proyek tersebut.
“Pak Ketua kita dapat proyek di lima titik pemasangan paving blok. Apakah Bapak siap ambil?” kata pelaku.
Tanpa menaruh curiga, korban menyatakan kesiapannya. Pelaku kemudian meminta uang sebesar Rp3 juta untuk setiap titik proyek atau total Rp15 juta. Sebagai tanda jadi, korban langsung mentransfer uang sebesar Rp3 juta melalui rekening Bank BCA yang diberikan pelaku.

Namun, tidak lama setelah transfer dilakukan, korban mulai menyadari adanya kejanggalan. Ia kemudian segera menghubungi Ketua DPW Partai Perindo Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya, untuk melakukan konfirmasi.

Mendengar penjelasan tersebut, Jro Bima menyayangkan kejadian yang menimpa kadernya.
“Sangat saya sayangkan kejadian ini. Seharusnya sebelum melakukan transfer, korban terlebih dahulu menghubungi saya untuk memastikan kebenaran informasi tersebut,” ujar Jro Bima.
Korban pun mengakui kelalaiannya.
“Saya lupa, Pak. Pikiran saya langsung mengiyakan tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu. Setelah uang ditransfer, baru saya sadar bahwa saya telah menjadi korban penipuan,” ungkap Rendy.

Atas kejadian tersebut, Jro Bima mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat, tokoh masyarakat, maupun pimpinan organisasi.
“Jangan mudah percaya dengan telepon ataupun pesan yang menawarkan proyek atau meminta sejumlah uang. Pastikan terlebih dahulu dengan melakukan konfirmasi langsung kepada pihak yang bersangkutan,” tegasnya.

Jro Bima juga meminta seluruh kader Partai Perindo di Bali untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyebarluaskan informasi mengenai nomor telepon yang digunakan pelaku agar tidak ada lagi masyarakat maupun kader Perindo yang menjadi korban penipuan dengan modus serupa.

Menurutnya, maraknya penipuan digital saat ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi, terutama yang berkaitan dengan transaksi keuangan atau tawaran pekerjaan yang mengatasnamakan tokoh tertentu.

Ketua DPW Partai Perindo Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya atau Jro Bima, juga mengaku sangat menyayangkan namanya dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi penipuan.
“Saya sangat menyayangkan nama saya digunakan untuk menipu masyarakat. Tindakan seperti ini bukan hanya merugikan korban secara materi, tetapi juga berpotensi mencoreng nama baik saya dan Partai Perindo,” ujar Jro Bima.

Terkait motif pelaku, Jro Bima mengaku belum dapat memastikan apakah pencatutan namanya memiliki muatan tertentu atau murni dilakukan untuk mempermudah aksi penipuan.
“Apakah ada unsur politik yang ingin menghancurkan nama baik saya, atau murni pelaku memanfaatkan nama saya yang cukup dikenal di Bali untuk meyakinkan korbannya, tentu hal itu masih perlu dibuktikan. Saya tidak ingin berspekulasi. Yang jelas, saya mengecam tindakan tersebut dan berharap aparat penegak hukum dapat mengusut pelakunya hingga tuntas,” tegasnya.

Jro Bima kembali mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap telepon maupun pesan yang mengatasnamakan dirinya atau tokoh lainnya, terutama jika berkaitan dengan permintaan uang, proyek, atau transaksi tertentu.
“Saya mengajak seluruh masyarakat dan kader Perindo di Bali untuk selalu melakukan konfirmasi langsung kepada saya atau pengurus resmi apabila menerima tawaran atau permintaan yang mengatasnamakan saya. Jangan sampai ada korban berikutnya,” pungkasnya. ( Roy)

Red: IGI COM