
Dalam kunjungan tersebut, Jro Bima didampingi jajaran pengurus Yayasan Kesatria Keris Bali, sejumlah penasihat hukum, serta tokoh masyarakat Desa Sidatapa, Made Dana.
Kedatangannya disambut istri korban, Dewi, putri korban, Kesya, beserta keluarga besar yang hingga kini masih diselimuti duka.
Di hadapan keluarga korban, Jro Bima menyampaikan belasungkawa yang mendalam sekaligus menyayangkan tragedi yang terjadi di Pulau Bali. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting agar masyarakat tidak lagi mengedepankan emosi dan tindakan main hakim sendiri.
“Saya datang ke sini murni karena rasa kemanusiaan. Ini bukan untuk pencitraan atau mencari popularitas.
Selama ini saya sering menyuarakan kepedulian terhadap masyarakat Bali. Kalau saya hanya berbicara di media sosial tetapi tidak hadir saat masyarakat mengalami musibah, tentu akan menimbulkan penilaian yang berbeda. Karena itu saya datang untuk menunjukkan empati dan kepedulian,” ujar Jro Bima.
Ketua DPW Partai Perindo Bali itu juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan peristiwa tersebut sebagai refleksi bersama. Ia menilai proses hukum harus tetap dihormati, sementara nilai-nilai kemanusiaan harus tetap dikedepankan.
Jro Bima turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri, yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada keluarga korban.
“Semoga tragedi ini tidak pernah terulang lagi, terlebih terjadi di antara sesama masyarakat Bali. Mari kita kedepankan penyelesaian melalui hukum dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.
Sementara itu, istri korban, Dewi, mengaku telah mengikhlaskan kepergian suaminya. Ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum dan berharap seluruh pihak menghormati proses yang sedang berjalan.
“Kami ikhlas kehilangan suami dan ayah dari anak-anak kami. Untuk proses hukum, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang,” ucap Dewi.
Tokoh masyarakat Desa Sidatapa, Made Dana, turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Jro Bima beserta rombongan.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bukti nyata kepedulian terhadap warga yang sedang tertimpa musibah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Kehadiran beliau memberikan semangat bagi keluarga korban dan masyarakat Desa Sidatapa,” ujar Made Dana.
Tak hanya mengunjungi keluarga korban, Jro Bima juga mendatangi keluarga salah seorang pelaku penganiayaan yang saat ini harus menghadapi proses hukum. Ia mengaku tersentuh melihat kondisi anak-anak pelaku yang masih membutuhkan perhatian dan masa depan yang layak.
Sebagai bentuk kepedulian tanpa membedakan latar belakang, Jro Bima menyerahkan tali kasih kepada Kesya, putri korban, untuk membantu keberlangsungan pendidikannya.
Bantuan serupa juga diberikan kepada keluarga pelaku guna mendukung pendidikan anak-anak mereka.
Langkah tersebut, menurut Jro Bima, merupakan wujud nyata bahwa nilai kemanusiaan harus tetap hadir di tengah tragedi.
Kepedulian, katanya, tidak boleh berhenti pada satu pihak, melainkan harus mampu menghadirkan harapan bagi semua keluarga yang terdampak oleh peristiwa tersebut.(roy)
Red: IGI COM



