DENPASAR,infoglobalindonesia.com // – Ketua DPW Perindo Bali, Jro Bima, melihat aksi demo yang terjadi di bali beberapa hari lalu, yang mendukung diteruskan program MBG serta menilai polemik mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus disikapi secara objektif dan mengedepankan kepentingan masyarakat bukan kepentingan Politik.

Menurutnya, perdebatan yang berkembang tidak seharusnya berhenti pada pilihan antara melanjutkan atau menghentikan program, melainkan bagaimana memastikan MBG benar-benar berjalan secara tepat sasaran, transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat bukan bagi pejabat.

“MBG merupakan program yang memiliki dampak luas, bukan hanya dari sisi pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi, sosial, bahkan politik. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional dan terbuka agar tujuan mulia program ini benar-benar tercapai,” ujar Jro Bima.

Dari sisi ekonomi, Jro Bima melihat MBG memiliki potensi besar menggerakkan perekonomian daerah melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, hingga tenaga kerja lokal, dalam rantai pasok penyediaan bahan pangan. Apabila dikelola dengan baik, program ini mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Namun besarnya anggaran yang digunakan harus diimbangi dengan sistem pengawasan yang kuat. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus benar-benar kembali dalam bentuk manfaat bagi masyarakat, bukan justru membuka ruang terjadinya penyimpangan atau ladang korupsi tegasnya.

Dalam aspek sosial, Jro Bima menilai MBG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program tersebut diharapkan mampu memperbaiki gizi anak-anak, membantu menurunkan angka stunting, serta meningkatkan kualitas pendidikan melalui kondisi kesehatan peserta didik yang lebih baik.
“Generasi yang sehat adalah fondasi Indonesia yang kuat. Karena itu kualitas makanan, distribusi, dan pengawasan harus menjadi prioritas agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Sementara dari sisi politik, Jro Bima mengingatkan bahwa MBG akan selalu menjadi perhatian publik karena merupakan salah satu program strategis pemerintah. Keberhasilan pelaksanaannya akan memperkuat kepercayaan masyarakat, sedangkan kegagalan akibat lemahnya tata kelola justru dapat memunculkan ketidakpercayaan publik.
“Program sebesar ini jangan dijadikan komoditas politik. Yang dibutuhkan masyarakat adalah hasil nyata, bukan sekadar perdebatan. Pemerintah harus terbuka terhadap kritik dan melakukan evaluasi secara berkelanjutan demi penyempurnaan pelaksanaannya,” ujarnya.

Jro Bima menegaskan bahwa terlepas dari berbagai pro dan kontra yang berkembang, fokus utama seluruh pihak seharusnya adalah memastikan Program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Yang harus kita kawal bersama bukan sekadar apakah MBG dilanjutkan atau dihentikan, tetapi bagaimana program ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi daerah, melahirkan generasi yang sehat, serta dikelola secara bersih, transparan, dan akuntabel. Jika itu dapat diwujudkan, maka MBG akan menjadi investasi besar bagi masa depan Indonesia,” pungkas Jro Bima.

Disisi lain Jro Bima menyampaikan pendapatnya menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
“Program sebesar ini tentu harus dievaluasi secara berkala. Evaluasi bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan pelaksanaannya semakin efektif, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Sebagai Ketua Partai dan juga tokoh masyarakat berpendapat
pemerintah juga perlu mempercepat pembentukan Sekolah Rakyat sebagai salah satu solusi yang lebih terintegrasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kalau menurut saya, selaku Ketua Partai dan tokoh masyarakat, akan lebih baik apabila pembentukan Sekolah Rakyat segera direalisasikan. Peserta didik yang bersekolah di sana dapat memperoleh fasilitas Makan Bergizi Gratis . Dengan demikian, kebutuhan gizi mereka dapat terpenuhi secara optimal sekaligus mendukung proses belajar yang lebih baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep tersebut diyakini tidak hanya akan meningkatkan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga memberikan kepastian bahwa bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh kelompok sasaran yang membutuhkan.

Selain itu, keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi instrumen untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Pada akhirnya, yang terpenting bukan sekadar menjalankan sebuah program, tetapi memastikan setiap kebijakan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Program yang baik harus terus dievaluasi dan disempurnakan agar tujuan mulianya dapat tercapai secara maksimal,” Bukan tujuan Politiknya menggalang kekuatan dukungan untuk salah satu partai,” pungkas Jro Bima.(Roy)

Red: IGI COM