Singaraja, infoglobalindonesia.com // — Konflik berkepanjangan antara prajuru Desa Adat Banyuasri dan Kelompok 10 yang telah berlangsung hampir empat tahun pasca pemilihan Klian tahun 2022, kini mulai mengerucut menuju penyelesaian.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kesbangpol) Nyoman Widiarta dalam waktu dekat akan menempuh jalan mediasi dengan mempertemukan kedua belah pihak baik Prajuru Desa Adat Banyuasri dengan pihak kelompok 10 sebagai pihak yang berseteru dalam sebuah mediasi terbuka, guna mempercepat langkah penyelesaian.
Pihaknya saat ini masih menunggu keputusan dari Majelis Desa Adat ( MDA) propinsi Bali pasca turunnya keputusan gugatan ke Mahkamah Agung yang memenangkan pihak prajuru adat.
” Kami akan intensif melakukan koordinasi dengan pihak MDA Propinsi Bali , sehingga datanya lengkap untuk kami laporkan ke bapak bupati. “Tegasnya”
Ditambahkan Semoga bapak Bupati akan bisa memediasi langsung kedua belah pihak, pada minggu kedua bulan Mei ini.
Tambahnya.
Lebih jauh Nyoman Widiarta mengatakan meskipun desa adat memiliki hak otonomi dalam mengatur wilayahnya, tapi pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Buleleng.
“Pemerintah tidak bisa tinggal diam. Kondisi ini harus segera diselesaikan agar situasi tetap kondusif,” tegasnya.
Sejumlah upaya mediasi sebenarnya telah dilakukan sebelumnya, melibatkan berbagai pihak seperti Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, Polres Buleleng, hingga Kesbangpol. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal karena mediasi yang dilakukan masih bersifat sepihak dan belum mempertemukan kedua kubu secara langsung.
Kondisi inilah yang dinilai menjadi salah satu hambatan utama dalam penyelesaian konflik.
Oleh karena itu, rencana mempertemukan kedua belah pihak secara langsung dinilai sebagai langkah krusial untuk membuka ruang dialog yang lebih konstruktif.
Diharapkan, melalui mediasi tatap muka yang difasilitasi langsung oleh pemerintah daerah, baik Kelompok 10 maupun prajuru Desa Adat Banyuasri dapat menemukan titik temu, saling menerima hasil yang telah ada, serta mengakhiri ketegangan yang selama ini membayangi kehidupan sosial masyarakat.
Dengan berakhirnya konflik ini, masyarakat Desa Adat Banyuasri diharapkan dapat kembali hidup dalam suasana harmonis, menjaga nilai-nilai adat, serta memperkuat persatuan demi keberlangsungan kehidupan sosial yang lebih stabil dan damai.( Roy)
Editor: IGI COM
Reporter : Roy Astika






