Buleleng, infoglobalindonesia.com// – Ketua Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Kabupaten Buleleng, Putu Sweden, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam pelaksanaan program kerja organisasi yang telah disusun.
Menurutnya, sebagai organisasi sosial yang dibentuk secara berjenjang dari pusat hingga daerah untuk mewadahi para pensiunan, persoalan pendanaan masih menjadi masalah klasik yang terus dihadapi. Para pengurus yang mayoritas merupakan pensiunan selama ini harus mengandalkan bantuan dari donatur maupun sponsor untuk menjalankan berbagai kegiatan.
“Kondisi ini membuat ruang gerak organisasi menjadi terbatas. Kegiatan yang bisa dilakukan pun lebih banyak bersifat internal,” ujarnya,ketika ditemui dikediamannya 22 April .
Ia menjelaskan, selama ini aktivitas PPI Buleleng lebih difokuskan pada kegiatan kebersamaan yang bertujuan menciptakan suasana gembira dan mempererat tali silaturahmi antar anggota. Kegiatan tersebut di antaranya seperti tirta yatra, karaoke bersama, hingga diskusi santai sambil ngopi.
Meski demikian, PPI Buleleng tetap berupaya menjalin sinergi dengan pemerintah daerah. Salah satunya melalui dukungan dari Pemerintah Kabupaten Badung yang memberikan bantuan satu unit bus untuk kegiatan tirta yatra (metirta yatra) yang akan dilaksanakan pada 2, 3, dan 4 Mei mendatang. Rute perjalanan spiritual tersebut direncanakan menuju Pura Dwijawarsa dan Pura Bale Kambang di Jawa Timur.
Selain itu, dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Buleleng yang memberikan bantuan berupa baju kaos seragam bagi anggota PPI Buleleng.
Namun, Putu Sweden menilai bahwa peran PPI seharusnya tidak hanya terbatas pada kegiatan internal semata. Sesuai dengan visi dan misinya, PPI memiliki peran strategis dalam mendukung dan mengawal pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah.
“Pensiunan memiliki pengalaman dan pemikiran yang masih bisa disumbangkan untuk pembangunan. Ini yang seharusnya bisa dimaksimalkan,” tegasnya.
Untuk itu, pihaknya berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah melalui alokasi anggaran dalam APBD Kabupaten Buleleng.
Dengan dukungan tersebut, ia optimistis program kerja PPI dapat berjalan lebih optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Harapan kami ada dukungan anggaran yang memadai, sehingga program yang telah dirancang tidak hanya menjadi rencana, tetapi benar-benar bisa diwujudkan,” pungkasnya.( Roy)
Reporter : Roy Astika
Editor : IGI COM







