Buleleng, infoglobalindonesia.com // – Kasus gigitan anjing yang diduga terjangkit rabies di wilayah Kelurahan Banyuning, Kabupaten Buleleng, mendapat perhatian serius dari Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, ketika dimintai komentarnya ,29 April 2026 . Tercatat sedikitnya 11 warga telah menjadi korban gigitan, belum termasuk beberapa kasus serupa yang terjadi di lokasi lain.
Melandrat menegaskan bahwa pihaknya bersama tim Satuan Tugas (Satgas) kabupaten telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan langkah penanganan, termasuk vaksinasi terhadap anjing liar guna mencegah penyebaran rabies yang lebih luas.
Namun demikian, ia mengakui adanya kendala yang dihadapi di lapangan. Salah satunya adalah masih adanya pemilik anjing yang tidak bersedia hewan peliharaannya divaksin, bahkan menolak untuk dilakukan eliminasi ketika anjing tersebut terindikasi terjangkit rabies.
“Ini yang menjadi dilema kami di lapangan. Ketika pemilik tidak kooperatif, tentu menyulitkan upaya penanganan yang cepat dan efektif,” ujar Melandrat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebenarnya di setiap Desa / Kelurahan telah dibentuk Tim Siaga Tindkan Rabies (Sitira) yang memiliki peran penting dalam penanganan awal di tingkat desa/ kelurahan . Tim ini dinilai sebagai garda terdepan dalam merespons cepat kasus gigitan maupun dugaan rabies.
“Tim Sitira ini seharusnya bisa bergerak paling cepat di lapangan. Namun, kembali lagi tergantung dari desa masing-masing, apakah tim ini diaktifkan dan dijalankan secara optimal atau tidak,” jelasnya.
Sementara itu, dinas berperan sebagai tim teknis yang siap memberikan dukungan, baik dalam bentuk sosialisasi maupun tindakan langsung apabila terdapat permintaan resmi dari masyarakat atau pemerintah desa. “Kami siap 24 jam jika ada laporan atau permintaan penanggulangan,” tegasnya.
Melandrat juga mengimbau masyarakat, khususnya pemilik anjing, agar memelihara hewan dengan baik dan tidak membiarkannya berkeliaran bebas. Hal ini penting untuk mencegah potensi penularan rabies yang dikenal sangat cepat dan berbahaya.
Selain itu, masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dengan segera melaporkan apabila menemukan kasus gigitan atau tanda-tanda rabies, sehingga dapat segera ditangani oleh pihak terkait.
“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar penyebaran rabies bisa ditekan dan tidak semakin meluas,” pungkasnya.( Roy )
Reporter : Roy Astika
Redaktur : IGI COM







