IGI.COM
REDAKSI: infoglobalindonesia.com
Rabu, 24 September 2025 || 21.51 win

infoglobalindonesia.com. Tanjab Barat //– Perkembangan teknologi yang pesat membawa peluang sekaligus tantangan. Salah satunya dimanfaatkan oleh bandar maupun kurir narkotika untuk mengedarkan barang haram dengan memanfaatkan jasa transportasi berbasis aplikasi, termasuk ojek online (Ojol).

Hal tersebut disampaikan Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, dalam audiensi bersama Komunitas Ojek Online di Ruang Rapat Sudirman, Gedung Tan Satrisna BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (23/9).

Menurutnya, jika tidak segera diantisipasi, fenomena ini akan berseberangan dengan program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun ketahanan pangan yang menjadi pondasi menuju Generasi Emas Indonesia 2045. Apalagi, perkembangan narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS) kian meresahkan, salah satunya dalam bentuk liquid vape pada rokok elektrik.

> “Peran Komunitas Ojol sebagai komunitas terbesar di Indonesia dalam mengampanyekan gerakan anti narkotika dinilai akan memberikan dampak luar biasa. Kehadiran mereka bukan hanya bermanfaat bagi masyarakat luas, tetapi juga lingkungan sekitar, mengingat aktivitas mereka yang bersentuhan langsung dengan publik,” tegas Kepala BNN RI.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Igun Wicaksono, menyambut baik inisiatif BNN. Ia menuturkan, pihaknya saat ini tengah membentuk Serikat Pengemudi Online yang beranggotakan pengemudi ojek online, taksi online, hingga kurir online.

> “Dengan terbentuknya Serikat Pengemudi Online, kami berharap dapat menjadi garda terdepan dalam sosialisasi serta edukasi program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika), karena profesi kami sangat rentan dan bersinggungan langsung dengan masyarakat,” jelas Igun.

Data per Januari 2025 mencatat, jumlah pengemudi online di Indonesia mencapai 7 juta orang dari berbagai platform aplikasi. Menurut Igun, angka ini menunjukkan potensi besar dalam upaya edukasi publik mengenai bahaya narkotika.
> “Kami sangat butuh arahan serta edukasi dari BNN. Sinergitas antara BNN dengan Serikat Pengemudi Online diharapkan bisa berjalan di seluruh Indonesia,” harapnya.

Langkah kolaborasi ini diharapkan mampu mempersempit ruang gerak peredaran narkoba sekaligus memperkuat benteng ketahanan masyarakat dari ancaman narkotika.(red).

#WarOnDrugsForHumanity
Laporan: Arifin | infoglobalindonesia.com