INFO GLOBAL
DIREKSI: infoglobalindonesia.com
Minggu, 31 Agustus 2025

INFO GLOBAL,Bungo. //– Praktek-praktek ilegal seperti pelangsir BBM subsidi dan penambangan emas tanpa izin (PETI) saat ini tengah menjadi perhatian serius aparat penegak hukum (APH). Namun, di Kabupaten Bungo, aktivitas tersebut masih berjalan bebas seolah tanpa hambatan.

Salah satu nama yang mencuat adalah Yanti, yang diduga menjadi pemasok utama BBM subsidi jenis solar untuk para pelaku PETI di wilayah tersebut. Anehnya, meskipun mobil pengangkut BBM ilegal miliknya kerap terlihat beroperasi, hingga kini tidak pernah tersentuh razia ataupun penindakan hukum, berbeda dengan pelangsir-pelangsir kecil yang justru sering terjaring aparat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, BBM ilegal itu disimpan di Dusun Tebing Tinggi, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo.

“Mayoritas BBM untuk PETI di Kecamatan Bathin III Ulu disuplay Yanti. Setiap malam Jumat, mobil Canter warna kuning miliknya bongkar BBM di Tebing Tinggi. Aneh, sampai sekarang tidak pernah dirazia,” ungkap salah seorang narasumber.

Tak hanya solar subsidi, Yanti juga disebut-sebut sebagai pemain besar dalam perdagangan minyak mentah atau minyak bayan di Kabupaten Bungo.

Beberapa pelaku PETI pun secara terang-terangan mengakui bahwa pasokan BBM untuk alat berat mereka berasal dari Yanti.
“Kami ambil minyak dengan Yanti. Selama ini banyak pelaku PETI yang ambil minyak dengannya,” kata seorang pelaku PETI berinisial SR.

Kondisi ini menimbulkan kekecewaan masyarakat, terutama warga di Tebing Tinggi. Mereka khawatir gudang BBM ilegal yang disimpan di permukiman bisa memicu kebakaran hebat dan membahayakan nyawa warga.

“Sudah banyak tempat minyak ilegal yang terbakar. Di Tebing Tinggi ada gudang BBM ilegal, kami takut terjadi musibah kebakaran. Tolong aparat hentikan usaha ilegal ini,” ujar seorang warga dengan nada tegas.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum tidak hanya menindak pelaku kecil, tetapi juga menyasar pemain besar yang selama ini diduga bebas menjalankan bisnis ilegalnya. ( tim)

PENULIS
REDUKTUR : infoglobalindonesia.com
Sumber: Dirilis dari berita Suara BUNGO