INFO GLOBAL
REDAKSI: Infoglobalindonesia.com
Kamis, 20/08/2025 || pukul 09,55 WIB.
INFO GLOBAL, Bungo //– Desa Teluk Pandak, salah satu desa di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan perkembangan pemukiman tertua di daerah ini, yakni Desa Tanah Periuk (Balai Panjang).
Dalam catatan sejarah lokal, Tanah Periuk menjadi pusat awal pemukiman masyarakat. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, masyarakat mulai membuka perkampungan baru yang dalam istilah adat disebut sebagai “jajahan”. Dari sinilah kemudian lahir beberapa desa jajahan, di antaranya Lubuk Landai, Tanjung, Candi, Empelu, Rantau Embacang, Sungai Mancur, serta Teluk Pandak.
“Teluk Pandak merupakan salah satu jajahan langsung dari Tanah Periuk (Balai Panjang). Hubungan sejarah ini menjadi identitas penting dalam perjalanan masyarakat Bungo,” ujar salah seorang tokoh adat saat ditemui media.
Tidak hanya berhenti pada perkembangan lokal, sejarah Desa Teluk Pandak juga bersinggungan dengan kolonialisme. Setelah Kesultanan Jambi jatuh ke tangan Belanda pada tahun 1904, seluruh wilayah jajahan, termasuk Teluk Pandak, masuk dalam administrasi kolonial Belanda. Saat itu, pusat pemerintahan dipindahkan dari Balai Panjang ke Pasar Lubuk Landai.
Dengan demikian, Desa Teluk Pandak tidak hanya memiliki akar sejarah sebagai jajahan dari desa induk, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan panjang masyarakat Bungo dalam menghadapi dinamika sosial, budaya, dan kolonialisme.(Woh)
PENULIS
Reduktur: infoglobalindonesia.com








