Skandal Transparansi! Proyek Irigasi di Jambi Diduga Digarap Tanpa Plang Resmi
INFO GLOBAL INDONESIA
JAMBI – TEBO, IGI COM //– Di himpun dari pemberitaan Jurnalisbuana.com, Pelaksanaan proyek rehabilitasi atau pembangunan jaringan irigasi di Desa Cermin Alam yang dikerjakan oleh kontraktor BUMN, PT. Wijaya Karya (WIKA), menuai sorotan tajam dari masyarakat dan kalangan aktivis. Sorotan muncul akibat dugaan kuat bahwa proyek tersebut dijalankan tanpa adanya papan informasi proyek sebagaimana diwajibkan oleh peraturan. (26/11/2025)
Ketiadaan papan informasi ini menjadi indikasi serius minimnya transparansi publik dan memunculkan dugaan bahwa kegiatan tersebut merupakan “proyek siluman”. Padahal, keberadaan papan informasi merupakan kewajiban setiap pelaksana proyek yang menggunakan anggaran negara, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 beserta perubahannya.
Saat awak media turun ke lapangan, tidak ditemukan adanya papan informasi yang memuat rincian penting seperti nama kegiatan, sumber dan besaran anggaran, volume pekerjaan, jangka waktu pelaksanaan, hingga nama pelaksana proyek (PT. WIKA). Kondisi ini dinilai melanggar prinsip dasar keterbukaan informasi publik dan aturan pengadaan barang/jasa pemerintah.
Tanpa adanya plang resmi, masyarakat tidak dapat melakukan pengawasan secara maksimal. Situasi ini pun menimbulkan kecurigaan adanya potensi penyimpangan atau pekerjaan yang tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta spesifikasi teknis.
Sejumlah warga Desa Cermin Alam turut menyampaikan keresahannya.
“Kami tahu ini proyek irigasi dan yang kerja itu WIKA, tapi kami tidak tahu berapa anggarannya, dari mana, dan kapan selesai. Tidak ada papan pengumuman sama sekali,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari PT. WIKA selaku kontraktor pelaksana maupun dari dinas terkait, seperti Balai Wilayah Sungai atau Dinas Pekerjaan Umum setempat, selaku pemilik kegiatan.
Sementara itu, kalangan aktivis dan LSM mendesak PT. WIKA agar segera memasang papan informasi sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan dan komitmen transparansi. Mereka juga meminta dinas terkait memperketat pengawasan agar seluruh pekerjaan fisik yang dibiayai uang negara dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik. ( red).
Editor: HAFIT SPd
Sumber : JurnalisBuana.com





