Serang infoglobalindonesia.com// – Upacara Hari Kesadaran Nasional kembali digelar di Lapangan Merah Polda Banten, Jumat (17/04/2026). Kapolda Banten Irjen Pol Hengki bertindak sebagai Inspektur Upacara, dihadiri Wakapolda Brigjen Pol Hendra Wirawan, jajaran pejabat utama, serta seluruh personel.
Namun di balik jalannya upacara yang berlangsung khidmat, muncul pertanyaan mendasar: apakah kegiatan ini benar-benar menjadi momentum evaluasi, atau sekadar rutinitas seremonial tahunan?
Dalam amanatnya, Kapolda Banten menegaskan bahwa upacara ini bukan sekadar formalitas.
“Ini momentum refleksi untuk memperkuat komitmen, meningkatkan disiplin, profesionalisme, serta kualitas pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan tersebut seolah menjadi pengingat keras bagi seluruh jajaran, di tengah sorotan publik terhadap kinerja aparat yang masih kerap menuai kritik.
Kapolda juga mengakui bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari kejahatan konvensional hingga kejahatan berbasis teknologi. Ia meminta seluruh personel meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan adaptasi.
Namun demikian, pengamat menilai bahwa tantangan terbesar Polri saat ini bukan hanya soal kompleksitas kejahatan, melainkan bagaimana membangun kembali kepercayaan publik yang kerap tergerus oleh ulah oknum.
“Persoalan utama bukan sekadar disiplin di atas kertas, tapi konsistensi di lapangan. Publik butuh bukti, bukan sekadar komitmen,” ujar seorang pengamat kebijakan publik.
Kapolda juga menyinggung peran Polri dalam menjaga stabilitas ekonomi, khususnya terkait distribusi bahan pokok. Ia menekankan pentingnya pengawasan di lapangan agar tidak terjadi keresahan masyarakat.
Di sisi lain, sejumlah kalangan mengingatkan agar peran tersebut dijalankan secara profesional dan tidak membuka celah penyalahgunaan kewenangan.
Dalam kesempatan itu, Kapolda memberikan penghargaan kepada sejumlah personel berprestasi, termasuk pengungkapan kasus narkotika dalam jumlah besar dan penggagalan peredaran sabu di Pelabuhan Merak.
Personel yang menerima penghargaan di antaranya:, AKBP Baringin Limbong, S.H., M.M., atas keberhasilan mengungkap kasus narkotika jenis sabu seberat 52 kilogram di ruas Tol Merak–Jakarta, wilayah Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon., AKP Dr. Muhammad Nur, S.H., M.H., atas dedikasinya dalam memajukan program SPPG Polri di Polda Banten sejak Agustus 2025, dan Brigpol Febri Santosa, S.E., atas keberhasilannya menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 15 kilogram melalui pemeriksaan X-ray di Pelabuhan ASDP Merak saat Operasi Ketupat Maung 2026.
Langkah ini diapresiasi, namun publik menilai penghargaan harus berjalan seiring dengan penindakan tegas terhadap pelanggaran internal.
“Apresiasi tanpa evaluasi menyeluruh berpotensi timpang. Penegakan disiplin harus berlaku untuk semua, tanpa pengecualian,” tambah sumber dari kalangan masyarakat sipil.
Di akhir amanatnya, Kapolda kembali menegaskan pentingnya menjaga integritas dan nama baik institusi.
“Hindari pelanggaran, jaga nama baik institusi, dan tunjukkan bahwa Polri adalah institusi yang profesional dan dapat diandalkan,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penutup yang kuat sekaligus tantangan terbuka bagi seluruh jajaran untuk membuktikan bahwa komitmen yang disampaikan bukan sekadar retorika. ( Hms Polda/Gst )
Redaktur: Roy Astika
Editor : IGI CO






