
SINGARAJA,infoglobalindonesia.com// — Dari suara mesin pengolah kayu di sebuah bengkel furniture hingga aktivitas peternakan sapi di kawasan Banjar Dinas Lakah, Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, semangat membangun ekonomi masyarakat terus tumbuh dari desa.
Semangat itulah yang kembali ditunjukkan Pengurus Suka Duka Garda Buana Desa Sidetapa. Tidak hanya berkumpul dalam kegiatan sosial dan suka duka, organisasi ini terus bergerak menyapa, melihat dan memberikan dukungan kepada masyarakat Sidetapa yang memilih jalan usaha sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan ekonomi keluarga dan desa.
Kali ini, Pengurus Suka Duka Garda Buana menyambangi Bali Aga Furniture, usaha furniture milik putra Desa Sidetapa, Nyoman Agus Arnawa alias Pak Keci, yang berlokasi di Jalan Raya Denpasar–Seririt, Desa Bubunan, Kecamatan Seririt.
Nyoman Agus Arnawa yang juga dipercaya sebagai Sekretaris II Suka Duka Garda Buana menceritakan bahwa usaha furniture yang digelutinya telah berjalan lebih dari sepuluh tahun.
Berbagai kebutuhan furniture dikerjakan, mulai dari meja, kursi, almari hingga berbagai jenis kusen dan pintu kayu. Menariknya, usaha tersebut tidak hanya menjadi sumber penghidupan bagi pemiliknya, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi puluhan tenaga kerja, sebagian di antaranya berasal dari Desa Sidetapa.
Bagi Ketua Suka Duka Garda Buana Sidetapa, Made Dana, keberadaan usaha seperti Bali Aga Furniture patut diapresiasi. Sebab, ketika sebuah usaha berkembang, manfaatnya tidak berhenti pada pemilik usaha, tetapi ikut dirasakan masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan.
“Ini yang harus terus kita dorong. Pengusaha dari Desa Sidetapa yang berusaha dan berkembang di luar desa tetap menjadi bagian penting dari kekuatan ekonomi masyarakat Sidetapa. Apalagi bisa menyerap tenaga kerja dari desa sendiri,” ujar Made Dana.
Dalam kunjungan tersebut, turut hadir sejumlah pengurus Suka Duka Garda Buana Sidetapa, di antaranya Wakil Ketua II Putu Open, Bendahara II Made Pariasa, serta Ketua Nosi Ketut Sudika.
Perjalanan Garda Buana kemudian berlanjut ke Banjar Dinas Lakah, Desa Sidetapa. Kali ini, tujuan mereka adalah melihat langsung usaha peternakan sapi milik Ketut Astina Agus Muliawan alias Pak Tinok.
Pak Tinok bukan sosok asing dalam kehidupan masyarakat Sidetapa. Selain menjadi anggota BPD Desa Sidetapa, ia juga dipercaya sebagai Sekretaris I Suka Duka Garda Buana.
Di tengah lingkungan Banjar Dinas Lakah, usaha peternakan sapi menjadi salah satu potensi ekonomi yang terus berkembang. Menurut Pak Tinok, kawasan tersebut memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan peternakan.
Bahkan, tidak hanya dirinya. Sejumlah masyarakat di sekitar kawasan tersebut juga mulai mengembangkan usaha peternakan.
“Potensi peternakan di Lakah cukup besar. Selain sapi, masyarakat juga bisa mengembangkan ternak lainnya sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing,” ungkap Pak Tinok.
Melihat potensi tersebut, Humas Garda Buana Made Edi Atmaja mengajak Pak Tinok untuk terus memberikan motivasi kepada masyarakat sekitar agar tidak ragu mengembangkan usaha peternakan. Menurutnya, peternakan tidak harus selalu dalam skala besar. Dari usaha kecil yang dikelola secara tekun, disiplin dan berkelanjutan, masyarakat bisa membangun sumber penghasilan keluarga.
“Jangan hanya sapi. Peternakan babi dan kambing juga bisa dikembangkan sesuai potensi masyarakat. Yang penting ada kemauan untuk memulai dan terus belajar,” kata Made Edi.
Dalam kunjungan tersebut turut hadir Wakil Bendahara Garda Buana Wayan Sarka.
Bagi Garda Buana, kunjungan dari furniture hingga peternakan sapi ini bukan sekadar kegiatan silaturahmi. Ada pesan yang ingin dibangun: bahwa setiap usaha masyarakat desa memiliki nilai dan potensi untuk dikembangkan.
Dari tangan pengrajin furniture, lahir lapangan pekerjaan. Dari kandang sapi, tumbuh harapan ekonomi keluarga. Dari desa, muncul orang-orang yang berani menjadi pengusaha.
Karena itu, Garda Buana berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat, menyambangi para pelaku usaha, mendengarkan pengalaman dan tantangan mereka, sekaligus mendorong agar semakin banyak masyarakat Desa Sidetapa berani membuka dan mengembangkan usaha.
“Membangun desa tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Bisa dimulai dari usaha kecil, dari kandang ternak, dari bengkel furniture, dari tangan masyarakat sendiri. Ketika usaha masyarakat tumbuh, ekonomi desa pun ikut bergerak,” demikian semangat yang terus dibawa Suka Duka Garda Buana Desa Sidetapa. (Roy)
Red: IGI COM







