Gilimanuk,infoglobalindonesia.com- Aktivitas pengiriman sapi potong untuk kebutuhan hewan kurban ke sejumlah daerah di luar Bali terpantau mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari kondisi di Karantina Gilimanuk yang tampak relatif sepi dari lalu lintas distribusi ternak.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, menurunnya aktivitas tersebut dipicu oleh mulai menipisnya kuota pengiriman sapi. Sebelumnya, kuota sempat mendapat tambahan sekitar 3.500 ekor untuk memenuhi tingginya permintaan menjelang Hari Raya Idul Adha.

Kondisi ini sekaligus mencerminkan meningkatnya produktivitas serta tingginya permintaan terhadap sapi Bali di pasar luar daerah. Permintaan yang stabil bahkan cenderung meningkat membuat distribusi ternak berlangsung intensif dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satu pelaku usaha ternak, Kadek Archo, mengungkapkan bahwa proses pelayanan di

Karantina Gilimanuk berjalan sangat baik. Ia menilai sistem yang diterapkan sudah cepat, transparan, dan profesional, sehingga tidak menimbulkan hambatan dalam proses penjualan maupun pengiriman sapi ke luar pulau.
“Pelayanan di karantina sangat bagus, cepat, dan transparan. Sistem online yang diterapkan juga berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan sapi Bali yang terindikasi terjangkit penyakit berbahaya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), maupun penyakit lainnya. Hal ini menjadi indikator penting bahwa kualitas dan kesehatan ternak tetap terjaga dengan baik.

Dengan kondisi tersebut, diharapkan distribusi sapi Bali tetap berjalan optimal serta mampu memenuhi kebutuhan hewan kurban di berbagai daerah di Indonesia. (ARDEK)

Redaktur: IGI COM