TEBO, infoglobalindonesia.com //– Bakal calon pengurus Gabungan Pengusaha Petani Kebun Kelapa Sawit Indonesia (GAPERKASINDO) DPD Kabupaten Tebo menggelar rembuk dan tukar pendapat sebagai langkah awal mempersiapkan pelaksanaan kegiatan organisasi di Kabupaten Tebo.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari proses penjajakan sebelum struktur kepengurusan GAPERKASINDO DPD Kabupaten Tebo secara resmi disusun. Dalam rembuk tersebut, sejumlah hal strategis dibahas, mulai dari pemetaan wilayah, kondisi masyarakat perkebunan, keberadaan perusahaan, hingga berbagai persoalan yang berkaitan dengan sektor perkebunan dan kepentingan masyarakat.

Saat dikonfirmasi, bakal calon Ketua Umum GAPERKASINDO Kabupaten Tebo menyampaikan bahwa penyusunan kepengurusan tidak hanya berorientasi pada pembentukan struktur organisasi, tetapi juga harus diawali dengan pemahaman terhadap kondisi riil di lapangan.

“Sebelum kita menyusun pengurus, tentunya kita harus mengetahui terlebih dahulu berapa luas wilayah yang ada di Kabupaten Tebo, bagaimana kondisi masyarakat, termasuk keberadaan perusahaan perkebunan serta wilayah-wilayah yang memiliki persoalan atau terdampak suatu persoalan yang sedang berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, pemetaan tersebut penting agar keberadaan GAPERKASINDO nantinya dapat menjalankan program secara terarah dan menyentuh kepentingan masyarakat secara langsung.

Selain itu, rembuk juga membahas berbagai persoalan pertanahan dan perkebunan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat, termasuk informasi mengenai persoalan yang berkaitan dengan pendampingan lembaga kemasyarakatan seperti LCKI. Seluruh informasi tersebut dinilai perlu dipetakan dan diverifikasi terlebih dahulu sebelum organisasi mengambil langkah.

“Kita tidak ingin hanya membentuk kepengurusan, tetapi tidak mengetahui persoalan yang ada di lapangan. Karena itu, kita perlu mengumpulkan data, mendengar langsung masyarakat, mengetahui kondisi perusahaan dan perkebunan, kemudian menyusun program berdasarkan fakta yang ada,” tambahnya.

GAPERKASINDO DPD Kabupaten Tebo diharapkan nantinya dapat menjadi wadah komunikasi bagi pengusaha dan petani kebun kelapa sawit sekaligus mendorong terjalinnya hubungan yang baik antara masyarakat, pelaku usaha, perusahaan dan pemerintah daerah.

Rembuk tersebut juga menjadi momentum untuk menyatukan pandangan para calon pengurus agar organisasi yang nantinya terbentuk dapat bekerja secara terukur, transparan dan sesuai dengan ketentuan organisasi. ( red)

REDAKTUR: IGI COM