
KARANGASEM, Bali ,infoglobalindonesia.com//— Yayasan Kesatria Keris Bali (YKKB) melakukan penyegaran kepengurusan wilayah Kabupaten Karangasem. Pergantian kepengurusan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat menyama braya, Sabtu, 7 November 2026.
Penyegaran pengurus tersebut dihadiri langsung Ketua Umum YKKB Bali, I Ketut Putra Ismaya Jaya (Jro Bima). Dalam struktur kepengurusan baru, Ketua YKKB Wilayah Karangasem yang sebelumnya dijabat I Ketut Jayasmara diserahkan kepada I Komang Manik Sukayadnya, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Wilayah Karangasem.
Jro Bima menegaskan, pergantian kepengurusan bukan sekadar perubahan posisi, melainkan bagian dari upaya membangun energi baru, memperkuat organisasi, sekaligus meningkatkan kiprah YKKB di tengah masyarakat Karangasem.
Menurutnya, semangat lama harus tetap dipertahankan, sementara pengurus baru diharapkan mampu membawa organisasi semakin aktif dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta menjaga kepedulian terhadap tanah kelahiran.
“Penyegaran ini bertujuan menumbuhkan semangat baru. Kami mengajak seluruh anggota lama maupun masyarakat Karangasem yang ingin bergabung untuk bersama-sama ngayah, menjaga tanah Karangasem dan Bali dengan semangat menyama, serta aktif berbuat untuk masyarakat,” ujar Jro Bima.
Ia menekankan, YKKB harus hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai wadah kebersamaan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jangan pernah berhenti berbuat kebaikan. Karena dengan kebaikan, kita membangun aura positif untuk kemajuan Bali. Mari kita jaga Gumi Karangasem dan Gumi Bali bersama-sama,” tegasnya.
Jro Bima juga mengajak seluruh komponen YKKB untuk tidak membangun sekat antara pengurus lama dan pengurus baru. Pergantian kepemimpinan, kata dia, harus dimaknai sebagai kesinambungan perjuangan dan pengabdian.
“Yang lama tetap menjadi bagian dari keluarga besar YKKB. Yang baru melanjutkan dan memperkuat. Tidak ada yang ditinggalkan. Semuanya adalah saudara,” katanya.
Usai rapat penyegaran kepengurusan, suasana kebersamaan semakin terasa ketika Jro Bima mengajak Ketua YKKB Karangasem yang lama dan yang baru, serta seluruh ketua unit se-Karangasem, untuk bersama-sama megibung.
Tradisi megibung khas Karangasem tersebut menjadi simbol kuat bahwa pergantian kepengurusan tidak menghilangkan rasa persaudaraan. Justru, kebersamaan menjadi energi utama untuk memperkuat langkah YKKB ke depan.
Dari Karangasem, YKKB kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga semangat menyama braya, ngayah, peduli masyarakat, dan berbuat nyata untuk Bali.
“Menyama Tanpa Batas, Menyama Tanpa Identitas, Menyama Sampai Tuntas.” ( Roy)
Red : IGI COM






