BALI ,infoglobalindonesia.com// — Di tengah derasnya arus digitalisasi dan semakin tajamnya pengaruh budaya luar, pelestarian adat, budaya Bali serta pemahaman terhadap ajaran Agama Hindu menghadapi tantangan yang tidak ringan. Generasi muda kini hidup dalam ruang informasi yang nyaris tanpa batas, sehingga diperlukan upaya nyata untuk memperkuat akar budaya dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Bali.

Kondisi inilah yang mendorong seorang pensiunan guru, Ketut Bagiasa, S.Pd., M.Pd., yang dikenal dengan nama Mbah Giok’s, menuangkan pemikiran dan pengalamannya melalui karya-karya buku yang mengangkat adat, budaya Bali dan pelaksanaan upacara Agama Hindu.

Hingga saat ini, sekitar 25 judul buku telah diterbitkan. Karya-karya tersebut tidak sekadar menjadi bahan bacaan, tetapi diharapkan mampu menjadi salah satu media untuk mewariskan pengetahuan tentang Bali kepada generasi berikutnya.

Menurut Mbah Giok’s, perkembangan zaman tidak mungkin dihentikan. Namun, kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan identitas dan jati diri masyarakat Bali.

“Semua karya buku saya berisi penanaman nilai adat, budaya dan pelaksanaan upacara Agama Hindu. Saya berharap buku-buku ini bisa menjadi bahan bacaan dan koleksi di setiap sekolah yang ada di Bali,” ujarnya.

Ia menilai sekolah memiliki posisi penting dalam membangun pemahaman generasi muda terhadap adat dan budaya. Karena itu, keberadaan buku-buku yang membahas kehidupan masyarakat Bali dari berbagai sudut pandang diharapkan dapat menjadi bagian dari literasi budaya di lingkungan pendidikan.

Karya Mbah Giok’s juga berupaya menghubungkan pengetahuan tradisional dengan persoalan kehidupan yang dihadapi masyarakat modern. Tidak hanya berbicara mengenai ritual dan hari suci keagamaan, sejumlah bukunya menyentuh persoalan karakter, keyakinan, mantram, sastra hingga persoalan sosial seperti HIV, AIDS dan narkoba.

Beberapa karya yang telah diterbitkan di antaranya “Politik Banten Pengabenan”, “Profil Orang Bali dengan Penguasaan Mantram Puja”, “Sarwa Sastra”, “Geguritan Kanda Pat”, “Geguritan Sapuh Leger”, “Profil Orang Bali dengan Hari Suci Keagamaannya”, “Profil Orang Bali dengan Ritualnya”, “Profil Orang Bali dengan Keyakinannya”, “Geguritan Sang Jatining Urip”, “Geguritan Budi Pekerti”, serta “Geguritan HIV, AIDS dan Narkoba.”

Deretan judul tersebut menunjukkan perhatian Mbah Giok’s terhadap berbagai sisi kehidupan masyarakat Bali. Adat, agama, sastra, ritual, budi pekerti hingga persoalan sosial dikemas dalam bentuk buku agar pengetahuan tersebut tidak berhenti pada generasi sekarang.

Ajak Masyarakat Dukung Donasi dan Distribusi Buku

Untuk memperluas manfaat dari karya-karyanya, Mbah Giok’s mengajak masyarakat, tokoh adat, pemerhati budaya, lembaga pendidikan, komunitas, dunia usaha maupun para donatur untuk bersama-sama mendukung gerakan distribusi buku adat, budaya dan Agama Hindu ke sekolah-sekolah serta lembaga pendidikan di Bali.

Dukungan dapat dilakukan melalui donasi pengadaan buku maupun membantu mendistribusikan buku ke sekolah, perpustakaan, pasraman dan lembaga pendidikan lainnya.

Gerakan ini diharapkan menjadi gerakan bersama untuk memperluas akses generasi muda Bali terhadap bacaan yang berkaitan dengan jati diri, adat, budaya dan nilai-nilai Agama Hindu.

“Buku-buku ini jangan hanya berhenti di rumah saya atau menjadi koleksi pribadi. Saya ingin buku-buku ini dibaca oleh anak-anak Bali. Kalau ada masyarakat atau pihak yang ingin membantu, baik melalui donasi buku maupun membantu distribusinya ke sekolah-sekolah, saya sangat terbuka dan berterima kasih,” kata Mbah Giok’s.

Menurutnya, satu buku yang sampai ke tangan seorang siswa mungkin terlihat sederhana. Namun, dari satu buku tersebut dapat tumbuh pengetahuan, pemahaman dan kecintaan terhadap adat serta budaya Bali.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing. Mendonasikan satu buku, mendukung pengadaan beberapa buku, maupun membantu mendistribusikannya ke sekolah dapat menjadi bagian dari upaya bersama menjaga warisan budaya Bali.

Program donasi dan distribusi buku ini juga mendapat ruang dukungan melalui Suka Duka Gema Denbukit, sebagai bagian dari kepedulian terhadap penguatan literasi, adat, budaya dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Bali.

OPEN DONASI & DISTRIBUSI BUKU

Suka Duka Gema Denbukit
Ketut Bagiasa, S.Pd., M.Pd. — Mbah Giok’s
📱 HP/WhatsApp: 0852-3885-4445, 085940848616

Mari bersama-sama menghadirkan buku adat, budaya dan Agama Hindu di perpustakaan sekolah.

Satu Buku, Satu Pengetahuan, Satu Generasi yang Lebih Mengenal Jati Dirinya.

Sebab menjaga Bali bukan hanya tentang menjaga alam dan tempatnya, tetapi juga menjaga pengetahuan, nilai, tradisi, adat, budaya dan karakter generasi penerusnya.( Roy)

Red: IGI COM